#banguntanggul#tulangbawang

Pemkab Tuba Diharapkan Bangun Tanggul Penangkis di Pesisir Pantai Timur

( kata)
Pemkab Tuba Diharapkan Bangun Tanggul Penangkis di Pesisir Pantai Timur
Sejumlah perahu nelayan bersandar di kawasan pesisir pantai timur Tulangbawang, Jumat, 1 Oktober 2021. (Foto: Lampost.co/Ferdi Irwanda)


Menggala (Lampost.co) -- Pemerintah Kampung Sungaiburung, Kecamatan Denteteladas, Tulangbawang berharap pemerintah daerah setempat, dapat membangun tanggul penangkis di kawasan pesisir pantai timur Tulangbawang.

Sekretaris Kampung Sungaiburung, Mas Huri, menjelaskan pembangunan pengaman pantai atau tanggul penangkis ombak itu sangat dibutuhkan untuk memecah gelombang ombak yang sewaktu-waktu dapat menghantam permukiman warga.

"Dengan adanya tanggul penangkis permukiman warga kampung bisa aman dari gelombang ketika air pasang, karena fungsinya untuk pelindung," kata Mas Huri, Jumat, 1 Oktober 2021.

Menurutnya, tanggul penangkis yang dibutuhkan yakni sekitar 4000 meter. Mas Huri menjelaskan, tergerusnya hutan bakau akibat terkikis ombak menyebabkan abrasi.

Kondisi itu kian memperparah keadaan. Sehingga ketika air pasang tiba gelombang air akan meningkat hingga masuk ke wilayah permukiman warga dan fasilitas umum yang berada tepat di bibir pantai.

Baca juga: Warga Tanggamus Keluhkan Banjir Akibat Tanggul Jebol

Selain dapat merusak permukiman dan fasilitas umum, bencana alam juga dikhawatirkan akan memakan korban jiwa.

"Lokasi pembangunan tanggul itu berada persis di depan kampung yang berhadapan langsung dengan laut," ujar dia.

Mas Huri juga menerangkan kampung yang berada di ujung Timur Kabupaten Tulangbawang itu memiliki sekitar 360 kepala keluarga. Mayoritas warga bekerja sebagai nelayan tangkap dan petambak budidaya.

Sumber Daya Alam (SDA) dari laut di kampung itu dinilai sangat potensial. Ia mencatat, nelayan di kampungnya dapat menghasilkan tangkapan udang, ikan, dan kerang dara, mencapai 2 hingga 2,5 ton serta 1,5 ton rajungan per harinya.

"Kalau dikalkulasikan berupa uang itu bisa mencapai Rp240 juta hingga Rp250 juta dalam sehari," kata dia.

Baca juga: Usai Perbaiki Tanggul Jebol, BBWSMS Lampung Bangun Bronjong

Mashuri mengungkapkan potensi lain yang tersaji di kampung pesisir itu yakni di bidang pariwisata. Wisatawan dapat menjumpai ribuan burung singgah untuk mencari makan di kawasan hutan mangrove ketika bermigrasi.

"Keberadaan ribuan burung itu, bisa dinikmati sekitar bulan Januari hingga Februari," ujarnya.

Mas Huri berharap, pemerintah dapat memberikan  perhatian untuk membangun tanggul penangkis di wilayahnya. Menurut dia, manfaatnya bukan hanya dirasakan kampung setempat, melainkan kampung lain yang berbatasan langsung.

"Penerima manfaat bukan hanya Kampung Sungaiburung saja sebagai daerah penghasil kerang dara terbesar di Lampung, melainkan juga Kampung Bratasena Adiwarna dan Bratasena Mandiri yang berada tepat di belakang. Kedua kampung itu juga kini merupakan penghasil udang tambak berkualitas di sini," kata Mas Huri.

 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar