#pajak#tappingbox#restoran

Pemkab Tegur 18 Pengusaha di Pringsewu yang Tak Pakai Tapping Box

( kata)
Pemkab Tegur 18 Pengusaha di Pringsewu yang Tak Pakai <i>Tapping Box</i>
Tampak petugas rumah makan menggunakan tapping box yang diberikan oleh Pemkot Bandar Lampung. Dok BPPRD Kota Bandar Lampung


Pringsewu (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu belum berniat memberikan sanksi pidana dan denda terhadap tempat usaha atau restoran yang enggan memakai tapping box alias alat perekam transaksi dan pajak.

"Kami masih melakukan pembinaan secara persuasif ke para pengusaha," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pringsewu, Waskito kepada Lampost.co, Selasa, 29 Juni 2021.

Baca: Pelaku Usaha Beromzet di Atas Rp1 Juta per Hari Pakai Tapping Box

 

Waskito menjelaskan, saat ini pihaknya telah menempatkan sebanyak 50 unit tapping box di sejumlah wilayah di Pringsewu. Tetapi dari jumlah tersebut terdapat lima unit yang ditarik kembali lantaran usahanya bangkrut atau mati suri.

Dari jumlah tersebut, kata Waskito, sebanyak 18 pengusaha telah diberi surat teguran karena diketahui tidak memfungsikan tapping box sebagaimana mestinya. 

Waskito menjelaskan, ada peningkatan signifikan bagi pelaku usaha yang berkomitmen memfungsikan tapping box untuk memasukkan pajaknya. Tetapi, secara hasil memang terkadang masih belum maksimal.

"Oleh karena itu kami terus memantau ke lapangan untuk memastikan apakah tapping box berfungsi dengan benar atau tidak," ungkapnya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar