#pesisirbarat#tambakudang#ekbis

Tiga Tambak Udang di Pesisir Barat Disegel

( kata)
Tiga Tambak Udang di Pesisir Barat Disegel
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Cahyadi Moeis saat melakukan penyegelan tambak udang di Kecamatan Pesisir Selatan, Kamis, 25 November 2021. Lampost.co/Yon Fisoma


Krui (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) didampingi personel Polri serta pejabat OPD terkait kembali menyegel tiga tambak udang di Kecamatan Pesisir Selatan. Kegiatan itu sebagai pelaksanaan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pesisir Barat yang hanya mengizinkan perusahaan tambak udang beroperasi di dua kecamatan yaitu kecamatan Bangkunat dan Kecamatan Ngaras dari total 11 kecamatan yang ada di kabupaten itu.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Cahyadi Moeis mengatakan penyegelan tersebut merupakan penyegelan tahap kedua terhadap tambak udang ilegal di wilayah setempat. Diberitakan sebelumnya, pihaknya juga telah menyegel tiga tambak udang yang ada di Kecamatan Lemong. Sehingga total ada enam tambak udang ilegal yang sudah disegel hingga kini.

"Penyegelan terhadap tiga tambak udang ilegal ini merupakan penyegelan lanjutan yang kami lakukan sebelumnya di Kecamatan Lemong. Karena hingga saat ini tambak udang tersebut masih beroperasi meski sudah diberi teguran oleh Pemkab," jelasnya, Kamis, 25 November 2021.

Menurut Cahyadi, tiga lokasi tambak yang disegel tersebut dua diantaranya memang sudah tidak beroperasi lagi sejak Maret 2021 sedangkan satu lagi hingga kini masih beroperasi.

Tambak udang ilegal yang sudah tidak beroperasi yaitu tambak udang Andi Handoyo Farm di Pekon Biha, dan tambak udang L. Hendra Raharja farm, sedangkan tambak udang Johan farm di Pekon Way Jambu saat ini masih beroperasi.

 "Kami sudah melakukan penyegelan," ujar Cahyadi.

Baca juga: Segel Tambak Udang, Pemkab Pesibar Dinilai Tak Dukung Program Presiden

Dia menjelaskan penyegelan tersebut dilakukan sebagai upaya penegakan Peraturan Daerah (Perda) No.8 Tahun 2017 tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Pesibar 2017-2037, Perda Kabupaten Pesisir Barat No. 01 tahun 2016 tentang penyelenggaraan bangunan gedung, dan Peraturan Bupati Pesisir Barat No.44 tahun 2018.

Pengelola tambak udang Handoyo farm, Hendri mengatakan pihaknya mendukung penuh kebijakan Pemkab Pesisir Barat dalam menyegel tambak udang miliknya tersebut.

Baca juga: Warga Lemong Pesibar Demo Tolak Penyegelan Tambak Udang

Di sisi lain, Plt Kasat Pol PP dan Damkar Pesisir Barat, Cahyadi Moeis, menambahkan dalam kegiatan penyegelan tiga tambak udang di Kecamatan Pesisir Selatan itu, pihaknya mengerahkan anggota pol PP sebanyak 80 personel.

Dalam penyegelan tambak pertama dan kedua yaitu di tambak udang Pekon Biha dan Pekon Marang, berjalan mulus. Namun, pada penyegelan ketiga di usaha tambak udang Johan Farm di Pekon Wayjambu, tim pemkab mendapat penolakan penyegelan dari pihak perusahaan. Oleh karena ada mediasi yang baik, akhirnya pihak perusahaan mengizinkan.

Usai mediasi selesai, team penyegelan bergerak ke arah pintu gerbang untuk melakukan pemasangan segel.

"Demi penegakan Perda Pesisir Barat dan demi tegaknya muruah Pesisir Barat," kata Cahyadi.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar