#ABK#Pesisirbarat

Pemkab Pesibar Butuh Bantuan untuk Pulangkan Jenazah Warga yang Jadi ABK Kapal Asing

( kata)
Pemkab Pesibar Butuh Bantuan untuk Pulangkan Jenazah Warga yang Jadi ABK Kapal Asing
Ilustrasi. Medcom.id


Krui (Lampost.co) -- Jasad Nanda Putra Pratama (24), warga Pekon Mulangmaya Kecamatan Ngaras Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), yang bekerja dan menjadi ABK pada kapal asing Pu Yuan 721, hingga kini belum diterima pihak keluarga di kampungnya. Jasad almarhum masih tertahan di luar negeri. 

Keluarga dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesibar berharap para pihak bisa membantu memulangkan jasad almarhum.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja dari Dinas tenaga kerja dan transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pesisir Barat Afriyansyah mengaku mengetahui informasi tentang ada ABK kapal asing asal Pesisir Barat yang meninggal dunia dari surat yang dikirimkan PT Baruna Jaya Sentosa, tertanggal 11 Juli 2020, tentang pemberitahuan  kematian anak buah kapal atas nama Nanda Pratama Putra. Awak kapal PU Yuan 721.

Dari kontak terakhir sekitar dua bulan lalu dengan pihak perusahaan kapal, mereka berada di wilayah China. Penyebab kematian diperkirakan karena sakit.

"Kami sudah berkomunikasi dengan perusahan tempatnya bekerja. Kata mereka enggak ada pelayaran dan penerbangan ke Indonesia sehingga jasadnya masih di luar negeri," kata Afri, Rabu, 23 Desember 2020. 

Meskipun pihaknya sangat ingin memulangkan jasad Nanda, namun kata Afri, kewenangan terbatas hanya memberitahu kepada Camat Ngaras untuk diteruskan ke keluarga korban untuk menghubungi langsung kapal tempat almarhum bekerja.

Pihaknya berharap imigrasi dan Kedutaan RI dapat menyelesaikan masalah itu sehingga jasad Nanda bisa dibawa pulang ke kampung halaman. 

"Kami berharap imigrasi dan kedutaan dapat turun tangan bagaimana jasad almarhum dapat dipulangkan karena ini kapasitasnya sudah antarnegara sedangkan kewenangan kami sangat terbatas," kata Afri. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar