#beritalampung#beritalampungterkini#jalinbar#infrastruktur

Pemkab Pesawaran Butuh Dukungan Pusat dan Pemprov Perlebar Jalinbar

( kata)
Pemkab Pesawaran Butuh Dukungan Pusat dan Pemprov Perlebar Jalinbar
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menjelaskan kondisi Jalinbar saat menghadiri diskusi publik dengan tema Macet jalinbar, apa solusinya' di Balai Wartawan Lampung, Kamis, 6 Oktober 2022. Dok Humas Pemkab Pesawaran


Pesawaran (Lampost.co) -- Jalan lintas barat (jalinbar) yang melintas Pesawaran sepanjang 17 kilometer kondisinya sempit sehingga kerap menimbulkan kemacetan. Pemerintah Pusat atau Pemerintah Provinsi Lampung untuk mendukung keinginan Pemkab Pesawaran untuk memperlebar jalinbar yang berada di wilayahnya.    

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan pada waktu tertentu seperti jam berangkat dan pulang kerja serta hari libur, kondisi jalan sering mengalami kemacetan. "Tentunya kemacetan yang sering terjadi itu dipengaruhi beberapa aspek, seperti meningkatnya volume kendaraan yang melintas. Sementara jalan yang ada tidak ada perubahan, salah satunya terkait lebar jalan," ujarnya saat menghadiri diskusi publik dengan tema Macet jalinbar, apa solusinya? di Balai Wartawan Lampung, Kamis, 6 Oktober 2022.

Baca juga: Cerita Kesulitan Honorer di Bandar Lampung Hidupi Keluarga Karena Gaji Tertunggak 3 Bulan 

Dia mengatakan berdasarkan data Dinas Perhubungan Pesawaran dalam satu jam itu ada sekitar tiga ribu kendaraan yang melewati Jalinbar Pesawaran, terutama pada waktu-waktu tertentu. "Dengan volume kendaraan yang begitu besar, saya mohon sekali dan yang paling mendesak adalah perlunya pelebaran jalan di Jalinbar ini, bukan hanya untuk kami semata yang ada di Pesawaran tapi seluruh masyarakat yang melintasi jalan tersebut," katanya.

Dendi juga menjelaskan untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi, Pemkab Pesawaran bersama Polri terus melakukan berbagai upaya dengan tujuan untuk meminimalisasi kemacetan yang terjadi.

"Berbagai upaya tentu sudah kami lakukan, mulai dari melarang kendaraan besar melintas pada jam-jam padat kendaraan dengan menyiapkan kantong parkirnya. Kemudian melakukan rekayasa lalulintas serta menerjunkan personel Dishub dan Satpol PP untuk membantu Satlantas dalam melakukan pengaturan lalu lintas," ujarnya.

"Selain itu, kami juga sudah mempersiapkan resume untuk di Pesawaran dengan membuat shortcut jalan mulai dari Kemiling (Bandar Lampung) hingga ke Gedongtataan. Namun, tentunya kami butuh dukungan anggaran baik dari Pemprov maupun Pemerintah Pusat sehingga rencana tersebut bisa berjalan," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar