#bpjstk#bpjsketenagakerjaan#jaminansosial#tenagakontrak#beritapesawaran

Pemkab Pesawaran-BPJSTK Teken Kerja Sama Perlindungan Sosial bagi 2.423 Tenaga Kontrak

( kata)
Pemkab Pesawaran-BPJSTK Teken Kerja Sama Perlindungan Sosial bagi 2.423 Tenaga Kontrak
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona (tiga kiri) dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Bandar Lampung Heri Subroto (tiga kanan) melakukan kerja sama perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kontrak Pemkab Pesawaran, Rabu (16/1/2019). Foto: Dok

PESAWARAN (Lampost.co)--Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) Bandar Lampung melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU), Rabu (16/1/2019), terkait kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi petugas tenaga kontrak di lingkungan Pemkab Pesawaran.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Bandar Lampung Heri Subroto.

Bupati Dendi mengatakan perjanjian tersebut adalah sebagai penyelenggaraan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang meliputi kompensasi dan rehabilitasi bagi tenaga kontrak di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran.

Adapun petugas tenaga kontrak yang dikutsertakan dalam program jaminan perlindungan sosial JKK dan JKM berjumlah 2.423 orang yang ditetapkan dengan keputusan bupati Pesawaran yang ditugaskan di seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Pesawaran.

"Selanjutnya, saya berharap agar para tenaga guru honorer, ke depannya juga turut diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan ini," ujar Dendi.

Kepala BPJSTK Bandar Lampung Heri Subroto menerangkan perlindungan sosial tersebut diberikan jika tenaga kontrak Pemkab Pesawaran mengalami kecelakaan pada saat mulai berangkat kerja sampai tiba kembali di rumah atau menderita penyakit yang berkaitan dengan pekerjaannya.

"Jika tenaga kontrak ini mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit, maka pihak BPJS Ketenagakerjaan akan membayar biaya pengobatan selama di rumah sakit tanpa ada batasan biaya atau unlimited. Jika peserta ini mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, kita juga akan berikan santunan," terang Heri.

Ahmad Amri/Rilis*



Berita Terkait



Komentar