rsudampesawaran

Pemkab Pesawaran Ajukan Komplain Terhadap RSUDAM

( kata)
Pemkab Pesawaran Ajukan Komplain Terhadap RSUDAM
dok Lampost.co


Pesawaran (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Pesawaran melakukan komplain kepada Rumah Sakit Abdoel Moeloek (RSAM) dan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Komplain dilakukan karena tidak adanya pemberitahuan kepada Pemkab meskipun hasil swab belum keluar. Selain itu, warga yang meninggal akibat  Covid-19 tidak dilakukan pemulsaran tata laksana protokol kesehatan.

"Kita sudah komplain dengan RSAM dan Dinkes Provinsi Lampung, seharusnya waktu pasien meninggal, mereka memberitahu kita walaupun swab belum keluar, karenakan pasien ini berstatus suspek, sehingga tidak mungkin terjadi hal seperti ini," jelas Ketua harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesawaran, Kesuma Dewangsa. Minggu, 11 Oktober 2020.

Kesuma juga mengatakan, setelah mendapatkan laporan bahwa pasien yang meninggal positif Covid-19, pihaknya langsung melakukan contact tracing kepada tenaga medis yang ada di Puskesmas yang menangani pertama kali pasien dan juga kepada keluarga pasien.

"Kami mendapati berita ini pukul 19.30 dari Dinkes Provinsi, dan kami langsung tracing ke Puskesmas dan semua Nakes yang kontak dengan almarhumah, kemudian kita menginstruksikan agar langsung isolasi mandiri," ungkapnya.

Berita terkait: Jenazah Positif Covid-19 di Pesawaran Dibawa Pulang Keluarga

Selain nakes, lanjutnya, pihaknya juga melakukan tracing kepada keluarga, tetangga, penggali kubur yang kontak erat, saat proses pemakaman.

"Kurang lebih ada 25 orang sudah kita lakukan rapid test dan alhamdulillah hasilnya semua non reaktif, dan semua orang yang kontak dalam pengawasan desa, kecamatan dan puskesmas," paparnya.

Sebelumnya, seorang warga Pesawaran yang meninggal karena Covid-19 dibawa pulang oleh keluarga. Pasien yang dimaksud adalah pasien 1.108, seorang perempuan usia 64 tahun.

Hal itu diungkapkan oleh Jubir Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Lampung Reihana, Sabtu, 10 Oktober 2020. Karena dibawa pulang oleh keluarga maka pemulasaraan pasien tersebut tidak menggunakan tata laksana protokol Covid-19.

"Pasien meninggal pada 9 Oktober pukul 10.30 di RSUD di Bandar Lampung, keluarga menolak pasien dimakamkan dengan protokol tata laksana Covid-19," ujar Kadiskes Provinsi Lampung itu. 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar