#Covid-19#mesuji

Pemkab Mesuji Larang Segala Bentuk Keramaian

( kata)
Pemkab Mesuji Larang Segala Bentuk Keramaian
Polda Lampung membubarkan salah satu pentas organ tunggal. Dok Polda


Mesuji (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji mengeluarkan kebijakan pembatasan kegiatan keramaian yang berlaku mulai 3 Agustus 2021.

Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Mesuji, Sunardi Sukau menjelaskan, aturan tersebut termaktub dalam surat edaran (SE) yang sudah dikirimkan kepada seluruh camat dan kepala desa.

"Pengelola Tempat Wisata Keanekaragaman Hayati (Kehati) Mesuji harus menutup tempat usahanya mulai hari ini hingga batas waktu yang belum ditentukan. Camat juga diperintahkan menutup alun-alun yang ada di wilayahnya masing-masing," kata Sunardi, Selasa, 3 Agustus 2021.  

Baca: Bupati Mesuji Positif Covid-19

 

Selain itu, camat, kapolsek, danramil, kepala desa, babinsa, dan babinkamtibmas diimbau untuk melarang hiburan organ tunggal, kuda lampung, jaranan, dan kegiatan serupa saat acara pesta pernikahan, khitanan, dan semacamnya.

"Jam buka restoran, kafe, karaoke, dan minimarket dibatasi sampai pukul 20.00 WIB," kata dia.  

"Rumah makan kaki lima diizinkan buka sampai dengan pukul 21.30 WIB dengan syarat tidak menyediakan makan di tempat," tambah Sunardi.  

Dalam surat yang ditandatangani Bupati Mesuji, Saply TH itu, Satpol PP diminta untuk berpatroli di setiap tempat yang mengundang kerumunan, seperti kafe, warung makan, dan tempat wisata. Petugas diharuskan membubarkan pengunjung jika sudah melewati batas waktu yang ditentukan.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar