#beritalampung#beritalambar#inflasi#ekonomi

Pemkab Mesuji Ajak Pemkab Lampung Barat Berkolaborasi Kendalikan Inflasi

( kata)
Pemkab Mesuji Ajak Pemkab Lampung Barat Berkolaborasi Kendalikan Inflasi
Kunjungan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemkab Mesuji ke Pemkab Lampung Barat, Jumat, 24 Februari 2023. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co): Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemkab Mesuji mengunjungi Pemkab Lampung Barat dalam rangka kerja sama pengendalian inflasi di ruang rapat Pesagi Pemkab Lampung Barat, Jumat, 24 Februari 2023.

Tim TPID Pemkab Mesuji itu dipimpin oleh Staf Ahli bidang Ekonomi, Keuangan Pembangunan (Ekubang) Pemkab Mesuji, Sakroni bersama rombongan itu disambut oleh Pj Bupati Lampung Barat Nukman dan sejumlah pejabat lainnya.

Menurut Sakroni, dalam penanganan dan mengantisipasi serta menghadapi inflasi di 2023 maupun tahun mendatang tentunya TPID harus serius dan bekerja maksimal.

Pihaknya berharap kesediaan Pemkab Lambar untuk bekerja sama dan berkolaborasi yang dituangkan melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Mesuji terkait penanganan inflasi ke depan.

Baca juga: Setubuhi Anak Tiri Yang Masih Balita, Warga Batubrak Lambar Diamankan Polisi

Harapan itu disampaikanya dengan alasan Kabupaten Lampung Barat dinilai memiliki potensi komoditas penyumbang inflasi yang cukup baik, mulai dari pertanian hingga perdaganganya (sebaai pemasok komoditas pangan hasil pertanian).

"Lampung Barat ini memiliki potensi komoditas hasil pertanian dan perdagangan yang baik. Karena itu kami selaku tim TPID Mesuji mengajak Pemkab Lambar untuk berkolaborasi penanganan dan pengendalian inflasi daerah yang saat ini tengah menjadi perhatian secara nasional," kata Sakroni.

Menanggapi hal itu, Pj Bupati Lambar Nukman, menyampaikan terima kasih atas pengawasan kerja sama kolaborasi Pemkab Mesuji ini.

Nukman mengatakan bahwa Lambar memiliki berbagai potensi, baik pertanian, perkebunan hingga pariwisata. "Terkait inflasi, kabupaten Lampung Barat dapat terkendali dibawah rata-rata jika dibandingkan dari tingkat nasional dan provinsi," kata Nukman.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar