#konflikgajah

Pemkab Lamtim Usulkan Pembangunan Kanal Atasi Konflik Manusia dan Gajah

( kata)
Pemkab Lamtim Usulkan Pembangunan Kanal Atasi Konflik Manusia dan Gajah
Pemakaman jenazah petani Dusun V, Desa Tegal Yoso, Kecamatan Purbolinggo, Sutikno (55), yang tewas diamuk kawanan gajah, Senin, 1 November 2021. Lampost.co/Djoni


Sukadana (Lampost.co) - Bupati Lampung Timur (Lamtim), M. Dawam Rahardjo, akan mengusulkan pembangunan kanal disepanjang perbatasan antara desa penyangga dengan area Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Dawam mengatakan konflik gajah dan manusia selalu berulang dan menjadi persoalan nasional. Persoalan itu turut membuat warga trauma dan khawatir. Sebab, biasanya saat musim tanam kawanan gajah akan keluar dari kawasan TNWK dan masuk kebun petani hingga melahap tanaman.

Sementara untuk mengusirnya, warga sangat rawan dan berisiko karena harus berhadapan langsung dengan hewan liar tersebut.

"Untuk itu Pemkab Lamtim bersama masyarakat, pemerintah desa dan kecamatan, akan mengusulkan ke pemerintah pusat untuk pembangunan kanal antara desa penyangga dan TNWK. Panjang kanal diperkirakan tujuh hingga 10 kilometer," kata Dawam, usai pemakaman jenazah petani Dusun V, Desa Tegal Yoso, Kecamatan Purbolinggo, Sutikno (55), yang tewas diamuk kawanan gajah, Senin, 1 November 2021.

Selain itu, Pemkab Lamtim juga akan berkoordinasi dengan Balai TNWK guna mencari solusi untuk meminimalisasi konflik antara gajah dan manusia beserta dampaknya.

Kepala Desa Tegalyoso, Yamin, mengatakan usai pemakaman akan dilakukan mediasi antara pemerintah, keluarga korban dan Balai TNWK di Mapolsek Purbolinggo.

Sementara salah seorang keluarga korban, Bambang, mengatakan konflik gajah dan manusia di desa penyangga TNWK terjadi sejak era 1980. Konflik tersebut hingga kini memakan tiga korban petani Desa Tegal Yoso.

Meski sudah dilakukan pertemuan dengan Balai TNWK, namun hingga kini tidak ada solusi bagi masyarakat. Balai TNWK juga menyatakan tidak ada ganti rugi untuk tanaman petani yang habis dilahap gajah. Penggantian hanya diberikan dalam bentuk bibit tanaman kepada petani.

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar