#Covid-19#DuniaUsaha#GugusTugas#Lamteng#LampungTengah

Pemkab Lamteng Libatkan Dunia Usaha Atasi Covid-19

( kata)
Pemkab Lamteng Libatkan Dunia Usaha Atasi Covid-19
Rapat bersama dengan sejumlah perusahaan besar dan perbankan di Lamteng pada Rabu, 02 Desember 2020/Lampost


Lampung Tengah (Lampost.co): Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) Nila Kelana mengatakan gugus tugas telah menggelar rapat bersama dengan sejumlah perusahaan besar dan perbankan pada Rabu, 02 Desember 2020, kemarin untuk membahas langkah-langkah penanggulangan klaster perusahaan. 

Pada rapat yang difasilitasi Pemkab Lamteng dan dipimpin Pj. Sekda Lamteng Nirlan itu, perwakilan perusahaan yang ada di Lamteng telah membuat komitmen untuk bersama-sama menanggulangi penyebaran Covid-19. 

Menurut Nila, saat ini hasil rapat tengah dirumuskan dan datanya akan dilengkapi untuk bahan laporan. Satgas juga sepakat setiap hari Senin akan menggelar konferensi pers dan menyampaikan segala sesuatu berkaitan dengan Covid-19 kepada masyarakat dengan mengundang para jurnalis. 

"Kalau data lengkapnya, mulai langkah-langkah yang terinci dan perkembangan kasus akan disampaikan tiap Senin. Seminggu sekali kami sampaikan apa yang akan, sedang, dan telah dilakukan," kata Nila, Kamis, 3 Desember 2020.

Terkait sejumlah isu yang berkembang, di antaranya mengenai lockdown yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar, Nila dengan tegas membantah. 

Menurut Nila, tidak ada kebijakan lockdown sama sekali. Meskipun demikian, Pemkab telah mendapat laporan dari kalangan usaha dan perbankan bahwa pelaksaan protokol kesehatan secara ketat sudah dilakukan manajemen mereka sejak virus merebak. 

Kalangan usaha dan perbankan juga menyatakan kesiapannya mendukung penuh upaya penanggulangan yang dilakukan gugus tugas maupun Pemkab. Bahkan, para pelaku usaha membuka diri jika RSUD Demang membutuhkan bantuan untuk penanggulangan. 

"Tidak ada lockdown. Mereka menerapkan protokol kesehatan yang ketat sudah cukup lama. Karena kalau tidak, kalau sampai ditutup, mereka sendiri yang rugi," terang Nila. 

Isu lain, terkait adanya petinggi PT. GMP meninggal karena Covid-19, Nila mengatakan tidak ada laporan semacam itu. Sejauh yang diketahuinya, ada dua orang di GMP yang terpapar Covid-19. Di perusahaan lain, BTS, ada 181 kasus.

"Data perkembangannya pasti sedang dilengkapi dan akan disampaikan Senin nanti," kata Nila. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar