#VAKSIN#COVID-19#LAMPUNGSELATAN

Pemkab Lamsel Belum Terapkan Sertifikat Vaksin untuk Syarat Pedagang Berjualan di Pasar

( kata)
Pemkab Lamsel Belum Terapkan Sertifikat Vaksin untuk Syarat Pedagang Berjualan di Pasar
Orang yang telah divaksin menunjukkan sertifikat vaksin. Foto: Antara


Kalianda (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan belum dapat berbuat banyak untuk menerapkan sertifikat vaksin sebagai syarat untuk pedagang berjualan di pasar. Pasalnya, vaksin covid -19 yang dibutuhkan datangnya bertahap.

"Vakin covid-19 yang datang bertahap tidak banyak dan jumlahnya pun tidak banyak. Sekarang ini saja, masih banyak warga yang belum divaksin dibandingkan yang telah divaksin,"ujar Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lampung Selatan, Badruzzaman, ketika dikonfirmasi via Whatsapp, Jumat, 24 September 2021.

Menurut dia, sertifikat vaksin atau aplikasi peduli lindungi cukup bagus sebagai syarat bagi pedagang maupun pembeli di pasar. Tentunya, ini nanti dapat diterapkan ke depannya.

"Kami pun kini tengah meminta kepada Diskominfo Lampung Selatan aplikasi peduli lindungi untuk dapat mempelajarinya. Sebab, ini jadi bahan masukan dan saran yang bagus untuk kami. Maka, ke depan mungkin bisa diterapkan baik di pasar maupun perkantoran,"katanya.

Baca juga: Masuk Lampung Wajib Bawa Sertifikat Vaksin

Badruzzaman menjelaskan jika berdasar Instruksi Bupati Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Kegiatan Pembatasan Masyarakat Level 2 tertanggal 21 September 2021 itu ditujukan untuk seluruh pihak termasuk pimpinan/pengelola tempat hiburan. Maka, semua harus memenuhi aturan tersebut.

"Ya, misalnya, mematuhi prokes secara ketat dan pembeli yang datang berbelanja pun dibatasi hanya 25 persen dari jumlah kapasitas. Begitu juga dengan pengunjung tempat wisata serta tempat keramaian. Ini dilakukan untuk pencegahan penyebaran covid-19,"jelasnya. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar