#pemkablamsel#beritalampung#lamsel

Pemkab Lamsel Bantah Ada Potongan Tunjangan Kades

( kata)
Pemkab Lamsel Bantah Ada Potongan Tunjangan Kades
Tunjangan Kades. Ilustrasi


Kalianda (Lampost.co) -- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lampung Selatan, Erdiyansyah, membantah adanya potongan terhadap tunjangan kepala desa (Kades).

"Tidak benar ada pemotongan-pemotongan itu. Kesannya dinas memotong dan ngumpulin duit sekian? kemana duitnya? Duitnya dari aturannya masuk ke rekening desa dan sampai ke bank. Serupiah pun nggak ada yang dikurangi sampai ke tangan kades dan aparat desa," kata Erdi, Selasa, 27 September 2022. 

Menurut dia, terdapat penyesuaian tunjangan sejak 2020. Sebab, semua anggaran pemerintah difokuskan untuk penanganan covid-19, termasuk tunjangan kades dari dana desa. Hal itu tidak hanya berlaku di Lamsel, tetapi di seluruh daerah Indonesia. 

"Mau tidak mau tunjangan kades juga turun sejak 2020 karena pandemi covid. Jadi tidak ada potongan. Kalau potongan uang yang diterima harusnya sekian dalam aturan, tapi sampai rekening bank dan yang diterima tidak sesuai dengan aturan," ujarnya. 

Sementara itu, sejumlah Kades di Kecamatan Natar dan Jatiagung, Lamsel, menyebut ada potongan tunjangan yang diterima setiap bulan. Bahkan hal itu dialami desa se-Lamsel. 

Mereka mengaku tidak mengetahui batas waktu pemotongan tersebut karena masih terus terjadi hingga kini. 

"Ada sekitar 256 desa, satu kepala desa di potong kisaran Rp750 ribu per bulan dan dikalikan satu tahun. Totalnya lebih Rp5 milar, uang itu dikemanakan Dinas," kata kades yang enggan disebutkan namanya. 

Dia mengaku, seluruh Kades mengeluhkan pemotongan tunjangan itu. "Kalau alasannya untuk covid-19, harusnya persoalan pandemi itu ada bagian masing-masing bukan melakukan pemotongan tunjangan kades yang nilainya tidak seberapa," katanya.

 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar