#beritalampung#beritadaerah#lampung#Kotabumi#angin#putingbeliung

Pemkab Lampura Terjunkan Tim ke Lokasi Bencana Puting Beliung

( kata)
Pemkab Lampura Terjunkan Tim ke Lokasi Bencana Puting Beliung
Angin puting beliung memporak-porandakan ratusan rumah di Desa Margorejo, Kecamatan Kotabumi Utara, Minggu (21/10). Dok. Warga

KOTABUMI (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menurunkan tim guna melihat kondisi terkini pasca-musibah angin puting beliung yang memporak-porandakan ratusan rumah di Desa Margorejo, Kecamatan Kotabumi Utara.

Plt Assisten II Setdakab Lampura, Syahrizal Adhar mengatakan pihaknya bersama dengan OPD terkait meninjau langsung tempat kejadian bencana. Untuk mengumpulkam informasi, berbagai hal terkait dengan bencana. Hingga menyebabkan tidak kurang 138 rumah rusak dan 3 lainnya dalam keadaan parah. Dalam upaya memberikan penanggulangan awal bagi mereka terdampak bencana alam itu.

"Ya hari ini kita turun, ini ada Kepala BPBD, Disperum dan KP, PU dan lainnya. Guna memantau kondisi terkini mereka korban bencana alam," kata dia, Senin (22/10/2018).

Fasilitas umum di Desa Margorejo, Kecamatan Kotabumi Utara rusak parah akibat hujan deras dan hembusan angin kencang (puting-beliung), Minggu (21/10/2018). Dok. Warga

Pihaknya saat ini masih melakukan pendataan terkait kerugian dialami korban, sehingga belum dapat memberikan bantuan awal.

"Kalau sekarang kita melakukan pendataan dulu, apa-apa yang rusak. Dan apa yang paling dibutuhkan warga untuk saat ini, baru kemudian nanti kita berikan bantuan kebutuhan paling mendesak sekarang," terangnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Margorejo, Andi mengatakan setidaknya ada 141 rumah terdampak bencana hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi Minggu (21/10/2018) petang. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas umum, seperti masjid, sekolah dan pasar luluh lantah akibat bencana itu. Sehingga masyarakat yang terdampak mengungsi ke tempat warga lain yang aman dari kejadian itu.

"Ya mereka saat ini telah berada di tempat, rumah-rumah warga yang tidak terdampak bencana. Dan saat ini yang paling dibutuhkan adalah makanan dan minuman. Dan bantuan pemerintah daerah belum ada," kata dia.

 

 

Fajar Nofitra

Berita Terkait

Komentar