#bencabaalam#putingbeliung#beritalampura

Pemkab Lampura Tangap Bencana Alam

( kata)
Pemkab Lampura Tangap Bencana Alam
Plh Sekdakab Lampura, Toto Sumedi. Dokumentasi Lampost.co

KOTABUMI (Lampost.co)-- Pemerintah Kabupaten Lampung Utara cepat merespon permasalahan angin puting-beliung yang merusak sejumlah fasilitas umum dan kediaman warga di beberapa desa/kelurahan. Menurut, Plh Sekdakab Lampura, Toto Sumedi, pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi kejadian yang diakibatkan oleh bencana alam hujan deras disertai angin puting-beliung lalu. "Tim pemerintah daerah telah bekerja dimulai dari desa, kecamatan sampai dengan satker di kabupaten. Semua membantu meminimalisir keadaan, seperti pendadataan rumah, pemotongan pohon tumbang mengahalngi jalan dengan fasilitas umum terdampak," kata dia kepada Lampost.co, Minggu (24/3/2019).

Terkait untuk kerusakan yang terjadi, pihaknya akan segera membantu kepada masyarakat. "Semaksimal mungkin pemerintah daerah bergerak, sebagai respon aktif dalam mengatasi permasalahan yang ada," terangnya.

Berdasarkan data sementara pemerintah daerah, ada 3 kelurahan yang terdampak akibat hembusan angin puting-beliung disana. Daerah itu meliputi Kecamatan Kotabumi di Kelurahan Sribasuki 9 unit rumah; 15 rumah di serta 10 unit kios pasar buah Kelurahan Tanjungaman, Kotabumi Selatan; serta 7 rumah di Desa Sidorahayu dan pelapangan, Kecamatan Abung Semuli. Sebelumnya, angin puting-beliung di Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara mengakibatkan sejumlah fasilitas umum rusak, Sabtu (23/3/2019). Seperti kios pasar buah yang berada di samping toserba Ramayana, Taman Olah Seni (Tos) dan gardu selamat datang Rumah Sakit HM Mayjend Ryacudu. Tidak ada korban jiwa akibat musibah bencana alam tersebut.

Iwan warga sekitar mengatakan kejadian tersebut berlangsung cepat saat hujan turun dengan deras disana. Sehingga mengakibatkan kios pedagang mengalami kerusakan cukup berat. "Kasihan mas melihatnya, karena itu adalah mata pencaharian mereka (pedagang) selama ini. Mudah-mudahan musibah ini cepat berlalu," tambahnya.

Fajar Novitra/ Hari



Berita Terkait



Komentar