#dak#pengadaanmobil#beritalambar

Pemkab Lambar Siapkan Rp1,8 M DAK untuk Pengadaan 9 Mobil

( kata)
Pemkab Lambar Siapkan Rp1,8 M DAK untuk Pengadaan 9 Mobil
Kabid Teknik dan Sarana Dishub Lambar Mat Suhyar. Lampost.co/Eliyah

Liwa (Lampost.co): Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyiapkan Rp1,836 miliar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2020 bidang perhubungan untuk pengadaan 9 unit kendaraan roda empat terdiri 8 unit pikap dan 1 unit minibus.

Kabid Teknik dan Sarana Prasarana Dinas Perhubungan Lampung Barat Mat Suhyar mendampingi Kadishub Lambar Jaimin mengatakan 8 mobil pikap itu akan diperuntukan bagi delapan Badan Usaha Milik Pekon (BUMP). Sementara 1 unit mikrobus akan diperuntukan bagi sarana pendukung bagi pengelola objek wisata kampung kopi Pekon Rigisjaya.

“DAK tahun ini rencananya akan digunakan untuk pengadaan 9 unit kendaraan roda empat terdiri 8 unit kendaraan jenis pikap dan satu unit minibus. 8 pikap akan diberikan untuk 8 BUMPekon,” kata Mat Suhyar, Kamis, 30 Januari 2020.

Untuk kendaraan minibus, kata dia, akan diserahkan kepada Pemerintah Pekon Rigisjaya, Kecamatan Airhitam. Kendaraan itu diberikan kepada Pekon Rigisjaya dengan tujuan untuk mendukung program objek wisata kampung kopi yang pengelolaannya juga diserahkan kepada pemerintah pekonnya.

Menurutnya, di Pekon Rigisjaya selama ini keberadaanya belum ada sarana transportasi bagi pengunjung yang hendak menuju lokasi objek wisata kampung kopi tersebut.

"Makanya Pemkab akan memberikan bantuan kendaraan roda empat yang nantinya bisa digunakan sebagai sarana transportasi sebagai pendukung program wisata kampung kopi," kata Mat.

Pihaknya berharap kendaraan tersebut nantinya dapat mempermudah bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke lokasi wisata kampung kopi itu, yang pada akhirnya akan mendukung bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Selama ini, kata dia, wisatawan yang hendak berkunjung ke lokasi itu masih terkendala dengan transportasi. Kedepan jika sudah ada mobil pengangkut penumpang menuju lokasi pihaknya meyakini pengunjung ke lokasi wisata kampung kopi itu akan meningkat.

"Kalau untuk 8 BUMPekon yang akan menerima bantuan kendaraan pikap, prosesnya masih akan diverifikasi terlebih dulu. Yang jelas BUMPekon yang akan menerima bantuan kendaraan itu adalah BUMPekon yang usahanya sudah berjalan dengan baik atau aktif," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar