#lampung#lambar#pekonmandiri

Pemkab Lambar Genjot Pembangunan demi Pekon Mandiri

( kata)
Pemkab Lambar Genjot Pembangunan demi Pekon Mandiri
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Liwa (Lampost.co) -- Pemkab Lampung Barat terus menggenjot pembangunan pekon, baik melalui program dana desa maupun program kolaborasi bersama OPD, di 14 pekon yang masih berstatus tertinggal. Pemkab melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) terus melakukan upaya pendampingan dan pembinaan kepada pekon-pekon.

Kabid Pembangunan Pekon Ruspel Gultom mendampingi Kadis Yudha Setiawan mengatakan selain melaksanakan gerakan percepatan pembangunan bagi pekon tertinggal dengan cara berkolaborasi bersama OPD, pemkab juga terus melakukan upaya pembangunan di pekon-pekon lainnya. Tujuannya untuk meningkatkan status pembangunan di seluruh pekon.

“Dengan pelaksanaan pembangunan itu, pekon yang masih berstatus tertinggal ditargetkan bisa naik menjadi pekon berkembang. Kemudian pekon berkembang naik menjadi pekon maju dan pekon berstatus maju bisa naik ke status pekon mandiri,” katanya, Minggu, 8 Desember 2019.

Dia menambahkan berdasarkan hasil pengukuran indeks desa membangun (IDM) pada Juni 2019, baru ada dua pekon mandiri dari 131 pekon di Lambar. Kemudian 30 pekon maju dan 85 pekon lainnya berkembang.

Pekon mandiri berdasarkan hasil verifikasi yang dilaksanakan tim kabupaten yang terdiri Bappeda, Dinas PMP, dan koordinator tenaga ahli yang dituangkan dalam berita acara tertanggal 26 Juni 2019 itu adalah Pekon Pampangan dan Giham Sukamaju, Kecamatan Sekincau.

Kemudian 30 pekon lainnya dinyatakan maju, 85 pekon lagi berkembang, dan 14 lainnya dinyatakan tertinggal. Ke-14 pekon yang masih berstatus tertinggal itu di Kecamatan Airhitam 4 pekon, Kecamatan Suoh 1 pekon, Kecamatan Batuketulis 2 pekon, Kecamatan Lumbok Seminung 2 Pekon, dan Kecamatan Batubrak 5 pekon.

Ruspel menjelaskan jumlah  pekon tertinggal itu menurun signifikan jika dibanding dengan hasil evaluasi sebelumnya yang dilaksanakan pada 2015. Saat itu jumlah pekon tertinggal di Lambar 61.

“Karena itu pelaksanaan pembangunan tidak hanya terfokus pada 14 pekon tertinggal saja akan tetapi semua pekon ada target programnya. Sebab, kami juga memiliki target untuk meningkatkan pembangunan bagi status pekon lainnya menuju pekon mandiri,” katanya.

Dia menambahkan pihaknya menargetkan dari dua pekon yang mandiri meningkat menjadi 5 pekon di tahun 2020. Kemudian di 2021 bertambah menjadi 10 pekon dan 2022 menjadi 15 pekon.

"Di 2022 nanti target kami jumlah pekon berstatus mandiri di Lampung Barat mencapai 15 pekon," katanya.

Berdasarkan hasil evaluasi IDM itu kondisi pembangunan pekon-pekon di Lambar makin meningkat. Bahkan, saat ini sudah tidak ada lagi pekon yang berstatus sangat tertinggal.

Terkait masih 14 pekon lagi yang berstatus tertinggal, itu telah menjadi target pada 2020 mendatang ke-14 pekon itu sudah tuntas dari status ketertinggalan. Untuk menyukseskan pengentasan ketertinggalan ke-14 pekon itu, maka seluruh OPD di Lambar juga telah berkolaborasi program dengan melaksanakan kebijakan melalui program kegiatan sesuai bidang masing-masing.

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar