#viruscorona#viruskorona#kesehatan#beritalambar

Pemkab Lambar Diminta Bentuk Pekon Tanggap Virus Korona

( kata)
Pemkab Lambar Diminta Bentuk Pekon Tanggap Virus Korona
Ilustrasi. Foto: Google Images

Liwa (Lampost.co): Dalam rangka memaksimalkan upaya pencegahan dan penanganan virus korona (covid-19) di wilayah Lampung Barat, anggota DPRD setempat dari PKS Nopiyadi meminta Pemkab Lambar untuk segera membentuk pekon tanggap virus korona atau covid-19.

Desakan itu disampaikannya untuk mengimplementasikan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 yang diterbitkan oleh Kementrian Desa, Pembangunan Daerah dan Transmigrasi Republik Indonesia yang mengintruksikan agar setiap desa atau pekon membentuk desa tanggap covid-19 dan penegasan padat karya tunai desa.

Ia mengatakan upaya pencegahan penyebaran wabah virus korona ini juga harus melibatkan komponen masyarakat, terutama masyarakat di tingkat pekon atau kelurahan di Lampung Barat. Tujuanya agar upaya pencegahan terhadap penanganan dan pencegahan virus korona ini bisa berjalan secara maksimal.

"Saya berharap Pemerintah Lampung Barat segera menyikapi persoalan ini dengan segera membentuk desa tanggap virus korona untuk percepatan pencegahan dan penanganan dengan polanya disesuaikan yaitu mana yang patut untuk dilaksanakan oleh masyarakat ditingkat desanya,” kata Sekretaris DPC PKS Lampung Barat itu, Minggu, 29 Maret 2020.

Pelaksanaan pembentukan desa tanggap bencana virus korona itu, lanjut dia, difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) setempat. Tujuanya adalah agar masyarakat dapat terlibat secara langsung dalam upaya pencegahan wabah ini. 

Pembentukan desa tanggap covid-19 tersebut merupakan upaya untuk pencegahan dan penanganan terhadap kemungkinan virus korona yang wabahnya perlahan-lahan sampai ke Lampung Barat.

Hal ini disampaikan pertama adalah untuk memperhatikan isi surat edaran dari Kementerian Desa Republik Indonesia, desa atau pekon yang harus dilakukan dengan membentuk relawan desa untuk penanganan covid-19.

Kemudian kedua melakukan pencegahan setelah mengenali gejalanya. Lalu ketiga yaitu menangani ketika ditemukan adanya kasus di desa. Keempat mengantisipasi secara terus menerus dengan berkoordinasi kepada pemerintah daerah. 

"Jika ikhtiar pencegahan dan penanganan sudah dilakukan secara maksimal dan semua potensi masyarakat sudah bergerak dan bergotong royong maka insya Allah Lambar dijauhkan dari musibah ini," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar