#wisatalampung#beritalambar#destinasiwisata

Pemkab Lambar Belum Membuka Operasi Objek Wisata

( kata)
Pemkab Lambar Belum Membuka Operasi Objek Wisata
Kadis Pemuda Olahraga dan Pariwisata Lampung Barat Tri Umaryani. Lampost.co/Eliyah

Liwa (Lampost.co): Pemkab Lampung Barat hingga saat ini belum membuka pelayanan bagi kawasan destinasi wisata di wilayah itu karena masih menunggu kesiapan untuk pemberlakuan new normal atau kenormalan baru di masa pandemi covid-19.

Kadis Pemuda Olahraga dan Pariwisata Lampung Barat Tri Umaryani menjelaskan sejak 20 Maret lalu keberadaan destinasi wisata di Lambar memang telah ditutup karena pandemi covid-19. Namun, dengan adanya new normal yang telah disampaikan pemerintah itu maka saat ini kita harus terpaksa belajar untuk berdamai dengan pandemi covid-19 ini. Artinya meskipun saat ini masih suasana pandemi korona tetapi karena untuk kebutuhan maka aktivitas ekonomi harus tetap berjalan sambil tetap waspada dengan melakukan protokol kesehatan.

"Khusus untuk destinasi wisata untuk sementara ini kita belum dapat memastikan kapan akan buka kembali. Sebab saat ini masih dalam proses mempersiapkan protokol kesehatan karena itu yang harus dipenuhi oleh masing-masing pengelola destinasi wisata," ujarnya, Selasa, 9 Juni 2020.

Untuk dapat membuka pelayanan destinasi wisata itu, maka semua harus memenuhi syarat sebagaimana ketentuan dalam protokol kesehatan. Sebab jika tidak mengikuti protokol kesehatan maka pembukaan destinasi wisata ini akan berisiko tinggi terhadap penularan covid-19.

Ia menambahkan walaupun di Lambar ini kasus covid-19 sudah menurun dan sudah menuju new normal yang nantinya akan diriingi dengan aturan, itu bukan berarti semua aktivitas bisa berjalan secara normal seperti dulu sebelum adanya korona. Tapi normal baru yang berlaku ini adalah kita bisa melaksanakan aktivitas tetapi tetap waspada dengan cara mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan itu.

Kedepan jika new normal ini sudah dapat dilaksanakan maka aktivitas destinasi wisata juga sudah bisa dibuka kembali. Akan tetapi sebelum ini dilaksanakan maka pihak pengelola harus menyediakan kebutuhan untuk memenuhi protokol kesehatan itu.

"Sebelum dibuka kembali, pengelola destinasi wisata diminta untuk menyediakan sarana cuci tangan dilokasi destinasi wisata, menyediakan hand sanitizer, penyemprotan disinfektan di area wisata, membuat pembatas jalan dan tempat agar para pengunjungnya bisa jaga jarak aman, memasang banner imbauan pencegahan covid-19 dan memastikan agar pengunjungnya tetap mengenakan masker dan lain sebagainya," kata Tri.

"Kemudian membatasi jumlah pengunjung, mengatur pembayaran salah satunya bisa secara booking online dan lainnya yang penting tidak bersentuhan secara langsung guna menghindari kerumunan," kata dia.

Ia mengakui, jika sejak beberapa hari ini sudah ada beberapa Pokdarwis yang menanyakan tentang kapan destinasi wisata ini bisa dibuka kembali. "Intinya untuk menyambut new normal ini maka pengelola destinasi harus mempersiapkan sarana kebutuhan untuk memenuhi protokol kesehatan," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar