#pembangunan#embung#beritalambar#pertanian#irigasi

Pemkab Lambar Bangun Embung Antisipasi Kekeringan Lahan Pertanian

( kata)
Pemkab Lambar Bangun Embung Antisipasi Kekeringan Lahan Pertanian
Dinas TPH Lambar sedang meninjau pembangunan embung di Muarjajaya, Kecamata Kebuntebu. Foto: Dok

LIWA (Lampost.co) -- Guna mengantisipasi kekeringan lahan sawah terutama disaat musim kemarau, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikuktura Lampung Barat terus melakukan upaya untuk memaksimalkan pemanfaatan potensi/sumber air yang ada.

Salah satunya membangun embung untuk sumber air bagi 30 hektare lahan pertanian di Pekon Muarajaya, Kecamatan Kebuntebu, Lampung Barat. Tujuanya adalah untuk memenuhi dan mengantisipasi kebutuhan petani terutama disaat musim kemarau terjadi.

Kasi yang membidangi di Dinas TPH Lambar Ferdi mendampingi Kadis Yedi Ruhyadi, mengatakan pembangunan embung ini adalah dalam rangka penyediaan sumber air bagi kebutuhan petani pemilik lahan disekitarnya.

"Sebab apabila tidak dibangun embung, maka saat musim kemarau seperti ini petani pemilik 30 ha lahan sawah di Pekon Muarajaya I itu tidak dapat melaksanakan tanam secara maksimal. Dengan dibangunya embung ini maka diharapkan pada Nopember mendatang petani disana sudah bisa melaksanakan tanam secara keseluruhan," ujarnya, Kamis, 26 September 2019.

Menurutnya, ada dua sumber mata air yang dialirkan ke embung itu yakni dari sungai kecil dan mata air. Selama ini kebutuhan air tanam petani dilaksanakan secara manual. Jika curah hujan berjalan normal kebutuhan airnya cukup.

Namun ketika musim kemarau panjang terjadi, petani yang mengandalkan sumber air disana akan kesulitan untuk mengalirkan air menuju sawahnya. Karena itu melalui pembangunan embung ini maka diharapkan kedepan walaupun terjadi musim kemarau tetapi petani disini tetap bisa menanam karena airnya cukup.

Saat ini kondisi di hamparan 30 Ha lahan sawah itu masih kosong dan kering karena sumber airnya sedang ditutup untuk pelaksanaan pembangunan siring dari embung. Pelaksanaan tanam petani direncanakan pada Nopember mendatang atau setelah embungnya selesai dibangun. "Mudah-mudahan melalui pembangunan embung itu kedepan kebutuhan air petani di hamparan lahan 30 Ha itu bisa cukup walau terjadi kemarau," kata Ferdi.

Eliyah

Berita Terkait

Komentar