pajak

Pemkab dan DPRD Lamteng Sepakat Naikkan Pajak Reklame

( kata)
Pemkab dan DPRD Lamteng Sepakat Naikkan Pajak Reklame
Foto. Lampost.co/Wahyu Pamungkas

GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Pemkab dan DPRD Lampung Tengah sepakat menaikkan tarif pajak reklame, dan menurunkan tarif pajak beberapa jenis usaha hiburan. Kesepatakan itu dilakukan melalui persetujuan bersama atas raperda tentang perubahan perda pajak reklame dan perda pajak hiburan.

Rapat Paripurna persetujuan bersama dua raperda dan perubahan program pembentukan perda Kabupaten Lampung Tengah digelar di gedung dewan pada Rabu, 17 Juni 2020. Pada rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Lamteng Sumarsono dan dihadiri Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto itu eksekutif dan legislatif menyepakati perubahan bunyi pasal-pasal pada perda tentang pajak reklame dan pajak hiburan. Di antaranya menyangkut penambahan obyek pajak, penaikan tarif pajak reklame, dan penurunan tarif pajak beberapa jenis usaha hiburan.

Jubir Bapem Perda Toni Sastrajaya usai membacakan laporannya berharap perda dapat dilaksanakan maksimal dan memberi manfaat sebesar-besarnya untuk Lampung Tengah.

Bupati Loekman mengatakan, kenaikan tarif pajak reklame sebesar 5 persen, dari 20 persen menjadi 25 persen mengingat tarif lama dipandang tak lagi relevan. Selain itu, adanya obyek pajak baru berupa elektronik display diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dari sektor pajak, khususnya reklame.

Di sisi lain, mengingat situasi yang tidak menguntungkan bagi pengusaha beberapa sektor tertentu, pada perubahan perda usulan eksekutif, yakni perda pajak hiburan, dilakukan penurunan tarif dari 50 persen menjadi 30 persen untuk diskotik, pusat kebugaran dan arena permainan biliar. Khusus hiburan akrobatik/sirkus dan pasar malam justruk dinaikkan yang semula nol persen menjadi 10 persen.

"Diharapkan adanya kenaikan tarif sejumlah obyek pajak dan masuknya obyek pajak baru mampu mendongkrak PAD," kata Loekman.

Winarko



Berita Terkait



Komentar