#Serangan#Teror#AS

Pemimpin Dunia Kecam Serangan Sinagog di AS

( kata)
Pemimpin Dunia Kecam Serangan Sinagog di AS
SERANGAN pada Sinagog di Pittsburgh, AS, Sabtu (27/10/2018) (REUTERS/John Altdorfer)

JAKARTA (Lampost.co) -- Serangan pada Sinagog di Pittsburgh, AS, sontak mendapat kecaman dari seluruh dunia. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam sekaligus menyampaikan pesan solidaritas. Dirinya menyatakan kesedihan sekaligus terkejut.

"Kami berdiri bersama dengan rakyat Amerika dalam menghadapi kebrutalan antisemit yang mengerikan ini," kata Netanyahu dalam pesan video, Minggu (28/10/2018).

Sementara, Kanselir Jerman Angela Merkel mengecam tindakan kebencian anti-Semit itu dan meminta semua orang berdiri melawan aksis kekerasan berbasis perbedaan dimana pun berada.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyerukan front persatuan untuk menggulingkan kekuatan rasisme, antisemitisme, Islamophobia, dan bentuk-bentuk kebencian lainnya seperti kefanatikan, diskriminasi dan xenophobia yang mendapat kekuatan di berbagai tempat.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengutuk keras serangan itu. Sedangkan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menawarkan solidaritas untuk para korban.

Tree of Life Synagogue, yang berdiri lebih dari 150 tahun yang lalu, terletak di lingkungan Squirrel Hill. Secara historis merupakan jantung kehidupan Yahudi di Pittsburgh yang lebih besar.

Sebuah penelitian terakhir dari Universitas Brandeis menemukan lebih dari 80% warga lingkungan mengatakan mereka prihatin tentang meningkatnya antisemitisme.

Sebelumnya seorang pria bersenjata melepaskan tembakan saat berlangsungnya upacara pemberian nama bayi di sebuah sinagog di Kota Pittsburgh, AS, Sabtu (27/10/2018). Sebelas orang tewas, sementara enam orang lainnya mengalami luka-luka.

Penembak diidentifikasi sebagai penduduk lokal berusia 46 tahun bernama Robert Bowers. Ia dilaporkan berteriak 'Semua orang Yahudi harus mati' ketika menyerbu Sinagog Tree of Life. Saat itu puluhan jemaat berkumpul di pagi hari untuk melakukan kebaktian Sabat.

Setelah baku tembak, tersangka dibawa ke rumah sakit. Dia pun harus menghadapi tuduhan kejahatan kebencian dan dakwaan federal lainnya dengan tuntutan hukuman mati.

 

 

MI



Berita Terkait



Komentar