#viral

Pemilik Video Viral Tak Terima Ditilang Beri Klarifikasi dan Minta Maaf

( kata)
Pemilik Video Viral Tak Terima Ditilang Beri Klarifikasi dan Minta Maaf
Pengendara motor saat mendatangi Mapolresta Bandar Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemilik video viral yang memuat konten polisi menilang pengendara motor di halaman diler Kawasaki, Jalan Ahmad Yani, Gotong Royong, Bandar Lampung, akhirnya memberikan klarifikasi, dan meminta maaf.


Pemilik motor Kawasaki ZX250 F itu bernama Andri (29), warga Fajar Baru, Jati Agung, Lampung Selatan mendatangi Mapolresta Bandar Lampung bersama seorang perempuan yang juga terlihat dalam video viral itu.

"Jadi saya kena tilang karena pakai knalpot racing, saya juga merasa salah," kata Andri, Jumat, 26 Juni 2022.

Namun, Andri membantah terkait video yang beredar dan komentar yang menyebutkan motor tersebut baru beli dari diler. Ia mengatakan, motor dengan pelat BE 2142 NCQ warna biru tersebut dibeli satu tahun yang lalu.

"Video di tiktok itu saya tidak tahu, jadi yang beredar itu hoaks semua. Sempat ada yang bilang motor baru, itu nggak benar. Kami tidak menyebar video itu ke grup, nggak nyebar kemana-mana. Tapi entah bagaimana bisa tersebar," kata Andri.

Dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada petugas kepolisian atas beredarnya video di media sosial yang menimbulkan beragam komentar.

"Kami semua minta maaf kepada Satlantas Polresta Bandar Lampung yang merasa dirugikan dengan beredarnya video tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Bandar Lampung AKP M Rohmawan menjelaskan penilangan yang dilakukan jajarannya terjadi pada Rabu, 22 Juni 2022.

"Anggota Patroli melihat yang bersangkutan melakukan pelanggaran. Tidak pakai pelat TNKB dan knalpot racing (brong)," katanya.

Rohmawan mengatakan tidak ada proses pengejaran seperti yang banyak beredar di video viral media sosial. Tapi saat ini pengendara dan pemilik video sudah meminta maaf secara langsung kepada petugas.

"Pemiliknya sudah menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi kesalahannya," kata Rohmawan.

Winarko








Berita Terkait



Komentar