#anginkencang

Pemilik Toko Bergotong Royong Perbaiki Kerusakan Akibat Angin Kencang

( kata)
Pemilik Toko Bergotong Royong Perbaiki Kerusakan Akibat Angin Kencang
Pedagang toko di Pasar Semuliraya, Abung Semuli, Lampung Utara, tengah memperbaiki bangunan pascaangin kecang di daerah itu, Kamis, 21 Mei 2020. Lampost.co/Hari Supriyono

Kotabumi (Lampost.co) -- Sejumlah pemilik toko di Pasar Semuliraya, Abung Semuli, Lampung Utara, bergotong royong membersihkan dan memperbaiki bangunan pascaangin kencang yang terjadi di daerah itu, Kamis siang, 21 Mei 2020. Atap tiga unit ruko dari asbes mengalami kerusakan akibat tersapu angin kencang dan tiga gerobak penjual es campur rusak tertimpa ranting pohon yang tumbang.

Menurut Andre (45), pemilik toko kelontongan yang rusak, kepada Lampost.co mengatakan ada sekitar tiga unit toko, yakni kelontongan, mebel, dan sepeda serta tiga gerobak tempat penjualan es buah yang rusak akibat terkena angin kencang yang terjadi Rabu sore, 20 Mei 2020. "Beruntung saat kejadian adanya angin kencang saat itu tidak ada korban jiwa, namun sejumlah toko yang ada di Pasar Semuliraya rusak diterpa angin kencang itu," ujarnya.  

Di mengatakan kerusakan sebagian besar menimpa atap toko yang terbuat dari asbes banyak yang lepas. Sejumlah gerobak es yang berada di depan toko pun  rusak tertimpa ranting pohon yang tumbang. "Saat ini kami tengah memperbaiki secara bergotong royong toko yang rusak," katanya.  

Hal yang sama dikatakan Dian (40), pemilik toko mebel. Dia mengatakan akibat adanya angin kecang lima keping asbes atap toko miliknya lepas tertiup angin. "Terpaksa kami memperbaiki dengan mengganti lima keping asbes yang baru agar barang yang ada di dalam toko tidak terkena hujan," katanya.      

Berdasarkan data yang dihimpun Lampost.co, tiga toko yang rusak, yakni toko kelontongan milik Andre dan toko mebel milik Dian serta toko sepeda milik Yanto. Sedang tiga buah gerobak penjual es campur yang rusak milik Ibram dan Latif serta gerobak es milik Dinda.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar