#beritalampung#beritalampungterkini#tembolrobih#spbu

Pemilik Rumah yang Tertimpa Reruntuhan Tembok di Lampura Pertanyakan Tanggung Jawab SPBU

( kata)
Pemilik Rumah yang Tertimpa Reruntuhan Tembok di Lampura Pertanyakan Tanggung Jawab SPBU
Korban bersama kerabat membersihkan kediaman tertimpa runtuhan pagar pembatas SPBU di Desa Negararatu, Kecamatan Sungkai Utara, Lampura, Minggu, 23 Oktober 2022. Lampung Post/Fajar Nofitra


Kotabumi (Lampost.co) -- Nugraha Ramadan, pemilik rumah yang tertimpa reruntuhan tembok stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) warga Dusun Pasar Senen, Desa Negararatu, Kecamatan Sungkai Utara, Lampung Utara, mempertanyakan tanggung jawab pengelola. Dia mengeklaim belum ada niatan baik dari pengelola untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Sampai saat ini belum ada titik terang. Mereka hanya sekali datang setelah ada komplain. Mereka hanya mengutus perwakilan dengan 6—8 orang berbadan tegap, seperti preman,” katanya, Minggu, 23 Oktober 2022.

Baca juga: Polisi Cek Sejumlah Kamera CCTV di Sekitar Rumah Perwira Polda Lampung 

Dia menjelaskan kejadian yang terjadi pada Kamis, 13 Oktober 2022, berawal dari saat truk menabrak pagar pembatas setelah mengisi bahan bakar solar. Namun, saat kejadian Nugraha sedang bekerja dan di rumah ada orang tua Pagar Alam (63), istri yang sedang hamil besar, dan seorang anggota keluarga lainnya sakit.

"Saat itu dik lagi sakit, istri sedang hamil besar. Kejadian itu membuat mereka trauma lalu pindah ke rumah mertua yang letaknya tidak jauh dari rumah," katanya.

Pihaknya berharap ada kesadaran dari pengelola SPBU memahami apa yang dialami korban runtuhnya pagar pembatas itu. "Jangan berlarut-larut seperti ini, mereka menggeser sedikit atau membeli sebagian atau rumah kami ini. Sebab, keadaanya sudah tidak layak begini," ujarnya.

Sementara itu, manajemen SPBU 24.345.100 menolak klaim korban jika tidak ada niatan baik pihaknya selama ini. Sebab, mereka mengaku telah berupaya membantu atas kerugian yang dialami korban.

“Kalau niat pasti ada itu, Bang. Kami ikut mengangkat puing-puing reruntuhan dinding dan atap rumah  ataupun sampai ganti rugi yang saat ini masih menjadi pertanyaan keluarga korban. Manajemen maupun pengurus telah datang berkomunikasi dengan korban untuk mencarikan solusi. Cuma sampai saat ini belum tercapai titik temu," ujar Juni, perwakilan manajemen SPBU Negararatu.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar