#airlanggahartarto#covid-19

Pemilik Kartu Sembako Bakal Dapat Tambahan Rp900 Ribu

( kata)
Pemilik Kartu Sembako Bakal Dapat Tambahan Rp900 Ribu
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Istimewa


Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah berencana memberikan tambahan (top up) bantuan kepada para penerima kartu sembako di 35 kabupaten. Pemberian tambahan bantuan ini sebagai upaya pemerintah untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di 35 kabupaten yang ditetapkan pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan rencananya pemerintah akan memberikan tambahan bantuan sebesar masing-masing Rp300 ribu selama tiga bulan. Artinya setiap pemegang kartu sembako akan menerima top up dana sebesar Rp900 ribu.

"Tadi sudah dirapatkan secara teknis, dan top up ini menggunakan dana optimalisasi di Kemensos, untuk November-Desember ini dilakukan tiga bulan masing-masing Rp300 ribu pada 35 kabupaten prioritas terutama untuk penanganan kemiskinan ekstrem," kata dia dalam video conference, Selasa, 26 Oktober 2021.

Selanjutnya, Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan sensus di 35 kabupaten prioritas pada Desember 2021. Pada tahap I ini, ada 35 kabupaten di tujuh provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua, dan Papua Barat yang menjadi prioritas.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, pelaksanaan penanganan kemiskinan ekstrem ini dilakukan melalui program-program yang ada. Dengan begitu, pemerintah hanya perlu memperkuat basis data yang ada untuk dijadikan landasan pelaksanaan program tambahan.

Menurut dia, penambahan bantuan sosial (bansos) ini bukan pertama kali yang dilakukan pemerintah untuk membantu masyarakat miskin. Suahasil menyebut, pemerintah juga memberikan top up bantuan kepada pemegang kartu sembako maupun penerima Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun lalu.

"Jadi kami menggunakan program yang sudah jalan, bukan baru. Tapi program yang ada. Kemensos sekarang akan mendetailkan nama dan alamatnya untuk top up. Ini sudah dilakukan beberapa kali. Sejak 2020 juga ada beberapa kali top up, jadi bukan program baru. Ini tahun lalu PKH, beberapa bulan pembayaran secara bulanan," jelas dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar