#penipuan#hukum

Pemilik Steak House Bisa Dipidana Pasal Penipuan

( kata)
Pemilik <i>Steak House</i> Bisa Dipidana Pasal Penipuan
Menu harga daging waigu yang diduga dipalsukan.Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Keterangan saksi penyuplai daging kepada restoran milik terdakwa akan dihadirkan di persidangan perkara dugaan pemalsuan menu makanan (daging sapi wagiu) yang dilakukan restoran steak house dengan terdakwa Sulantip Teja. Hal itu dikatakan Hakim Ketua Ediyanto saat ditemui usai sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1B Tanjungkarang, Senin, 7 Sptember 2020.

"Saksinya sidang restoran ini masih banyak. Saya rasa ada saksi dari penyuplai daging ke restoran tersebut yang didatangkan menjadi saksi. Sidang ini masih panjang, untuk hari ini masih saksi tapi bukan penyuplai daging," katanya.

Di sisi lain Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung menilai kasus ini bukan masuk dalam ranah undang-undang konsumen tetapi masuk dalam penipuan.

Direktur LBH Chandra Mulyawan menjelaskan jika daging atau menu makanan yang dijual tidak sesuai dengan menu makanan yang disediakan, hal ini mengarah ke dugaan penipuan karena yang dirugikan di dalam perkara ini kosumen yang tertipu menu makanan yang dijual.

"Bisa saja pemilik restoran tengah disidangkan saat ini tetapi di sisi lain ada banyak konsumen yang merasa dirugikan melaporkan perkara dugaan penipuan yang dilakukan selama ini," katanya.

Dalam persidangan pun, kata Chandra, menjadi hal yang janggal jika penyuplai daging tidak menjadi saksi nantinya. Sebab jika daging ini dipalsukan tanpa sepengetahuan pemilik restoran, yang pantas menjadi tersangka utama dalam kasus ini adalah penyuplai dari daging tersebut.

"Kalau restoran sudah mengetahui daging itu tidak mahal, tetapi dijual dengan harga yang mahal dengan mencantumkan dalam menu makanannya, hal itu masuk dalam ranah penipuan," katanya. 

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar