#sidang#garam#beritalampung

Pemilik Garam Tanpa Izin Edar Didakwa Dua Pasal

( kata)
Pemilik Garam Tanpa Izin Edar Didakwa Dua Pasal
Pemilik garam tanpa izin edar didakwa dua pasal sekaligus, Selasa (27/11/2018) di Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang.(Foto:Lampost/Febi Herumanika)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Aryanto (47), warga Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung didakwa dua pasal sekaligus lantaran melakukan tindak pidana menjual garam tanpa izin edar.

Terdakwa dikenakan pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 9 ayat (1) huruf c UU RI No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen atau Perbuatan terdakwa  diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 142 Jo Pasal 91 Ayat (1) UU RI No.18 Tahun 2012 Tentang Pangan. 

Jaksa Penuntut Umum, Rosman Yusa, di Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang  Selasa (27/11/2018) mengatakan, perbuatan Ariyanto diakukan  sejak tahun 2012 terdakwa memiliki usaha yang bergerak dalam bidang pengolahan, pengemasan dan perdagangan garam konsumsi beryodium dengan merek dagang Cap Segitiga Permata di Kampung Kroy Kelurahan Way Laga, Sukabumi Bandar Lampung.

Kata Jaksa Yusa, terdakwa dalam melakukan pengolahan dan pengemasan garam beryodium Cap Segitiga Permata dengan cara mencurahkan garam nonyodium lalu terdakwa semprot yodium dengan takaran 1 ton garam nonyodium disemprotkan 1 liter air dengan campuran 50 gram yodium, setelah selesai diolah kemudian dilakukan pengemasan secara manual dan dalam satu harinya menghasilkan 1,5 ton atau sekitar 300 pak garam berbagai ukuran.

"Garam berbagai ukuran dan harag tersebut selanjutnya terdakwa jual kepada konsumen yang datang ke gudang lalu terdakwa catat pada buku catatan penjualan," kata Jaksa.

Bahwa pada hari Jumat tanggal 31 Agustus 2018 sekira pukul 10.00 Wib, Penyidik subdit I Indigasi Polda Lampung mendapatkan Informasi dari masyarakat bahwa terdapat pengolahan dan pengemasan garam beryodium Cap Segitiga Permata yang diduga tidak memiliki izin, lalu dilakukan sidak.

Febi Herumanika



Berita Terkait



Komentar