#investasibodong

Pemilik Binomo Diduga Berada di Indonesia

( kata)
Pemilik Binomo Diduga Berada di Indonesia
Bareskrim Polri terus mengusut kasus investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Binomo yang menjerat crazy rich asal Medan, Indra Kesuma alias Indra Kenz. Instagram


Jakarta (Lampost.co) -- Bareskrim Polri terus mengusut kasus investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Binomo yang menjerat crazy rich asal Medan, Indra Kesuma alias Indra Kenz. Pemilik Binomo diduga berada di Tanah Air.

"Kami duga (pemilik) ada di Indonesia," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan di kawasan Jakarta Pusat, Kamis, 10 Maret 2022.

Namun, Whisnu belum bisa membeberkan identitas pemilik platform judi online itu. Menurutnya, penyidik masih melakukan pendalaman. 

"Kami masih dalami, kami mencoba telusuri lewat payment gateway-nya karena ada pelaku lain di luar Indra Kenz," ujar jenderal bintang satu itu. 

Polisi juga mengendus terduga pelaku lain itu dalam penelusuran aliran dana Indra Kenz. Polisi mengantongi bukti uang haram Indra mengalir ke pihak lain melalui payment gateway. 

"Dari aliran dana ternyata uang tersebut mengalir lewat payment gateway di Indonesia. Kami menduga ada pelaku lain di luar IK (Indra) yang ada di Indonesia yang masih kami cari. Ada berapa payment gateway lah," ungkap Whisnu.

Indra Kenz ditetapkan sebagai tersangka kasus investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Binomo pada Kamis, 24 Februari 2022. Indra Kenz mempromosikan trading Binomo yang diduga kuat investasi bodong dan judi online.

Afiliator Binomo itu kini ditahan selama 20 hari pertama di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Indra dijerat Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 27 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 28 ayat 1 UU ITE.

Kemudian, Pasal 3, 5, 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP. Indra terancam hukuman 20 tahun penjara.

 

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar