#covid-19indonesia

Pemerintah Waspadai Kasus Aktif Covid-19 yang Stagnan

( kata)
Pemerintah Waspadai Kasus Aktif Covid-19 yang Stagnan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Antara


Jakarta (Lampost.co) -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan salah satu evaluasi dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro ialah kasus aktif covid-19 yang stagnan. Kasus aktif berada di kisaran 100 ribu dalam 10 hari terakhir.

“Ini perlu diupayakan supaya turun,” kata Airlangga dalam jumpa pers daring dari Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 3 Mei 2021.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) memerinci ada lima provinsi dengan kenaikan kasus covid-19 yang cukup tinggi. Wilayah ini meliputi Kepulauan Riau (Kepri), Riau, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung.

Kenaikan kasus covid-19 di Kepri, kata Airlangga, salah satunya disebabkan penularan dari pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru pulang. Provinsi lain juga masih mencatatkan kasus penularan yang tinggi, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, dan DKI Jakarta.

Berdasarkan evaluasi kondisi ini, pemerintah memutuskan memperpanjang PPKM mikro di periode 4-17 Mei 2021. Kebijakan ini diperluas ke 30 provinsi. Ada tambahan lima provinsi di PPKM ke-7, yakni Kepri, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua Barat.

Winarko







Berita Terkait



Komentar