#olahraga

Pemerintah Tetapkan Prioritas Pembinaan Prestasi 14 Cabor

( kata)
Pemerintah Tetapkan Prioritas Pembinaan Prestasi 14 Cabor
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menggelar Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-38 atau Haornas 2021, Kamis (9/9). Kegiatan ini digelar secara hybrid, sebagian peserta hadir di gedung GOR POPKI Cibubur. Foto


Jakarta (Lampost.co) -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) pada Kamis, 9 September 2021. Sebuah desain yang dibuat untuk menjadi panduan dan pedoman dalam pembinaan prestasi olahraga Tanah Air.

Namun, tidak semua cabang olahraga yang masuk DBON. Pemerintah memutuskan hanya memasukkan 14 cabor untuk desain olahraga ini.

"Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat kepada para atlet lainnya, terpaksa pemerintah hanya memberikan fokus kepada hanya 14 cabang olahraga. Jadi ke-14 cabor ini yang akan mendapat anggaran lebih dari pemerintah," ujar Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto dikutip dari Medcom, Jumat, 10 September 2021.

Ke-14 cabor yang masuk dalam prioritas DBON, di antaranya atletik, bulu tangkis, panjat tebing, senam artistik, angkat besi, balap sepeda, panahan, menembak, renang, dayung, karate, taekwondo, wushu dan pencak silat.

Namun, Gatot memastikan pemerintah tidak akan mengabaikan cabor-cabor yang tidak masuk DBON. "Yang lain tetap diperhatikan. Tetapi tetap kalah dari yang cabor prioritas," kata Gatot.

Gatot juga mengungkapkan alasan pemerintah tidak memilih cabor-cabor populer seperti sepak bola dan basket masuk dalam DBON. Menurutnya, industri kedua cabor ini sudah cukup besar. 

"Itu memang olahraga populer di Indonesia. Bukan berarti kami tidak memperhatikan. Mereka tidak masuk dalam DBON karena industri mereka sudah berjalan," tutur Gatot.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar