#pandemicovid-19#penanganan

Pemerintah Terus Berupaya Atasi Pandemi Covid-19 dari Sisi Kesehatan dan Ekonomi

( kata)
Pemerintah Terus Berupaya Atasi Pandemi Covid-19 dari Sisi Kesehatan dan Ekonomi
Menteri Perekonomian yang juga Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto (tengah), Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro (kanan), dan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo saat mengikuti webinar. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dalam menghadapi pandemi Covid-19, Pemerintah Pusat melakukan langkah paralel dengan upaya menekan penyebaran dan pemulihan ekonomi yang cukup terdampak. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp695 triliun untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

"Dari kegiatan tersebut totalnya Rp695 triliun itu realisasi sampai Oktober sudah mencapai Rp348 triliun, namun kita lihat sampai Desember nanti sektor kesehatan, perlindungan sosial kemudian UMKM akan terserap seluruhnya," ujar Menteri Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto dalam webinar, Selasa, 27 Oktober 2020.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala BNPB, Doni Monardo mengatakan, "Para dokter semakin berpengalaman dalam mengurus pasien Covid-19. Namun, perlu juga ada kesadaran masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan seseorang atau mungkin melakukan pemeriksaan agar tidak terjadinya penyebaran virus," ujarnya.

Riset atau upaya menemukan vaksin Covid-19 memerlukan waktu yang panjang dibandingkan dengan beberapa penyakit menular lainnya karena Covid-19 sifatnya global pandemi. Uji klinis vaksin Covid-19 harus dilakukan untuk memastikan vaksin yang dihasilkan aman.

Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro mengatakan, "Apabila kita bicara kriteria vaksin kita coba buat list-nya, keamanan vaksin jangan sampai menimbulkan efek samping," katanya.

Tentunya efek samping dimaksud jangan sampai merenggut nyawa manusia. Oleh sebab itu, pada saat vaksin sudah bisa digunakan langkah pertama adalah uji klinis tahap satu, yaitu fokusnya benar-benar bicara keamanan.

Namun, meningkatnya angka kesembuhan jangan sampai membuat masyarakat berpuas diri. Selain itu, jangan sampai dengan libur panjang menyebabkan kenaikan angka Covid-19.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar