#Covid-19Indonesia

Pemerintah Daerah Diminta Tekan Kasus Kematian Akibat Covid-19

( kata)
Pemerintah Daerah Diminta Tekan Kasus Kematian Akibat Covid-19
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. DOK BPMI Setpres


Jakarta (Lampost.co) -- Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta pemerintah daerah (pemda) menekan kasus kematian akibat covid-19. Hal itu untuk memaksimalkan tren baik selama Agustus 2021 dengan penurunan kasus aktif sebesar 11,2 persen.

 

"Kita harus berfokus pada penurunan angka kematian," kata Wiku dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 September 2021.

Wiku meminta pemda tidak terlena dengan penurunan kasus aktif. Pemda justru wajib mencari tahu penyebab utama kasus kematian pasien covid-19 di daerahnya.

Wiku menuturkan ada 37.330 kasus kematian per Agustus 2021. Selain itu, varian delta masih menjadi varian of concern (VOC) terbanyak berdasarkan hasil sequencing pada 5.790 dengan 2.323 sampel VOC.

“Terdiri dari varian Alfa 64 sampel, Beta 17 sampel, dan Delta 2.242 sampel,” papar dia.

Menurut Wiku, tingginya angka kematian bisa disebabkan berbagai hal. Misalnya tingkat keterisian rumah sakit yang penuh, alat kesehatan yang dibutuhkan tidak tersedia, dan kehadiran isolasi terpusat yang tidak dimanfaatkan dengan baik.

“Atau juga bisa dikarenakan penanganan tidak dilakukan sesegera mungkin karena tidak berjalannya fungsi posko atau satgas desa/kelurahan,” tutur dia.

Wiku menegaskan pemda diwajibkan tidak hanya memahami satu data saja. Namun harus mengaitkan satu data dengan data lainnya supaya duduk perkara terang benderang.

“Agar dapat segera menemukan akar permasalahan di daerahnya dan melakukan perbaikan yang diperlukan,” ucap Wiku.

Winarko







Berita Terkait



Komentar