#rapidtest#viruscorona#wabahcovid-19#beritalampung

Pemerintah Berencana Gelar Tes Rapid Massal di Zona Merah

( kata)
Pemerintah Berencana Gelar Tes Rapid Massal di Zona Merah
Leassion Officer (LO) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Marsekal Muda TNI, Nazirsyah di Posko Satgas Terpadu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Rabu, 10 Juni 2020. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co): Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 berencana menggelar rapid test massal di daerah terpapar Covid-19, terutama untuk zona merah dan kuning penularan Covid-19. Saat ini rapid test di Bandar Lampung terbatas hanya 35 orang sehari, padahal Bandar Lampung masuk zona merah.

Menanggapi hal tersebut Leassion Officer (LO) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Marsekal Muda TNI Nazirsyah mengatakan bila tidak ada halangan maka Gugus Tugas berencana akan menggelar rapid test massal pada pekan depan untuk Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Pesawaran.

"Rencananya minggu depan kita gelar rapid test massal di daerah prioritas (zona merah) tertentu yang kemungkinan dan diprediksi ada penyebaran Covid-19," katanya di Posko Satgas Terpadu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Rabu, 10 Juni 2020.

Baca juga: Penerapan New Normal di Lampung Diprioritaskan untuk Zona Hijau

Kemudian ia mengatakan untuk tempat pelaksanaan rapid test tersebut yaknu di tempat prioritas seperti di pasar, terminal, dan tempat-tempat keramaian lainnya yang banyak bersentuhan dengan orang banyak. Kemudian di kecamatan tertentu yang daerah tersebut tersuspect dengan angka tertinggi Covid-19.

"Untuk jumlah rapid test masih dalam pembicaraan, karena keterbatasan rapid test yang kita miliki. Kira kira diatas 2 ribu rapid test," katanya.

Kemudian untuk tempat ibadah, rencananya Gubernur Lampung Arinal Djunaidi akan meninjau Masjid Al Furqon Bandar Lampung dan Gereja Kartegral Kristus Raja Bandar Lampung. Sementara untuk pondok pesantren masih menunggu petunjuk dari Kementerian Agama. Karena santri yang berangkat juga harus dipastikan apakah pondok pesantren tersebut sudah buka atau belum.

"Harapannya bisa ditanggulangi oleh Pemda masing-masing. Seperti di Pemda Mesuji yang siap melakukan rapid test kepada 600 santri, pemda lain saya belum tahu," katanya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar