#banjir#drainasepampat#hujanderas

Pemerintah Belum Mampu Atasi Banjir di Katibung 

( kata)
Pemerintah Belum Mampu Atasi Banjir di Katibung 
Banjir di Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, melumpuhkan usaha kecil perajin ikan asin. Dok. Warga

Kalianda (Lampost.co)  -- Banjir yang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Katibung, Kamis, 13 Agustus 2020, tidak hanya melanda ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Km 17-19 saja. Ratusan rumah di dua desa, Tarahan dan Rangai Tritunggal, juga ikut terendam.   

Banjir yang disebabkan guyuran derasnya hujan ditambah selokan air yang pampat akibat sampah sudah menjadi langganan bagi daerah sekitar. Upaya pemerintah sudah dilakukan dengan memperbesar saluran air dan gorong-gorong, namun masih kurang tepat karena tidak dapat mencegah banjir yang datang. 

Kepala Desa Rangai Tritunggal Sopyan menjelaskan ratusan rumah warga yang terendam banjir. "Air sudah mulai surut sejak pukul 11 malam," katanya, Jumat, 14 Agustus 2020. 

Setelah surut, beberapa warga langsung bergotong royong membersihkan saluran air dari sampah dan lumpur agar banjir tidak terulang kembali.  "Sejak tadi malam sudah dibersihkan dan dilanjutkan tadi pagi," ujarnya. 

Banjir dengan ketinggian mencapai 70 meter tidak hanya melanda permukiman warga, tetapi juga ruang kelas SDN 2 Rangai Tritunggal.  "Setiap tahun pasti kebanjiran kalau hujannya deres," kata salah seorang guru SDN 2 Rangai Tritunggal yang enggan disebutkan namanya. 

Dia menjelaskan apabila diia sudah 8 tahun mengabdi menjadi guru di sekolah tersebut dan selalu merasakan kebanjiran setiap tahunnya. "Kami sudah kehabisan akal mengatasi masalah ini, dua tahun lalu tembok sekolah jebol akibat banjir," ujarnya. 

Setiap selesai banjir, seluruh dewan guru SDN 2 Rangai Tritunggal bergotong royong membersihkan lumpur yang terbawa arus air. "Beruntung belum ada kegiatan belajar mengajar," ujarnya. 

Imbas dari banjir yang melanda wilayah tersebut dirasakan juga pelaku usaha ikan asin di tepi Jalinsum Desa Rangai Tritunggal. "Butuh waktu 2-3 hari baru bisa surut dan kembali bisa menjemur ikan asin," kata Iin (40), warga Dusun Batupayung. 

Banjir langganan di dua desa di Kecamatan Katibung itu sudah menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. "Memberikan bantuan logistik kepada warga tidak akan menghentikan banjir, harusnya pemerintah ambil langkah nyata mengatasi banjir yang kerap terjadi," kata Aziz (41), warga sekitar.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar