#Covid-19#Rapidtest

Pemerintah Batasi Tarif Rapid Test Antigen Maksimal Rp275 Ribu 

( kata)
Pemerintah Batasi Tarif Rapid Test Antigen Maksimal Rp275 Ribu 
Ilustrasi rapid test antigen - - Foto: Medcom


Jakarta (Lampost.co) -- Sejumlah pemerintah daerah menjadikan hasil rapid test antigen dan PCR sebagai salah satu syarat untuk keluar-masuk wilayahnya, termasuk DKI Jakarta dan Bali. Fasitas pemeriksaan rapid test antigen tersedia langsung di bandara, rumah sakit, maupun klinik.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk mengatur pembatasan tarif layanan rapid test antigen. Batas maksimal harga layanan rapid test penting mengingat tidak seragamnya harga yang dibanderol masing-masing tempat pelayanan kesehatan. 

"Batasan tarif tertinggi rapid test antigen sebesar Rp250 ribu di pulau Jawa, luar pulau Jawa 275 ribu," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kemenkes RI dr Azhar Jaya dalam Konferensi Pers Kemenkes RI bersama BPKP Tentang HET Pemeriksaan Rapid Test Antigen-Swab, Jumat, 18 Desember 2020. 

Tarif tidak berlaku bagi fasilitas kesehatan yang mendapatkan bantuan dari pemerintah meliputi alat bantuan APD atau reagen. Pembatasan tarif diberlakukan untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan secara mandiri.

Batas tertinggi harga layanan rapid test antigen sudah dihitung dengan keuntungan jasa bagi tenaga kerja, dokter spesialis patologi klinik, tenaga kesehatan yang melakukan swab, juga penyedia surat keterangan.

Sebelumnya, tarif rapid test antigen dibanderol beragam hingga nyaris Rp400 ribu. Salah satunya, layanan rapid test antigen yang tersedia di Airport Health Center, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang mematok biaya Rp385 ribu untuk sekali jalan. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar