#jalanrusak#lampungselatan

Pemeliharaan Rutin Jalan di Palas Lamsel Diprotes

( kata)
Pemeliharaan Rutin Jalan di Palas Lamsel Diprotes
Tumpukan material batu bercampur tanah untuk pemeliharaan jalan di Palas, Kamis 9 Juni 2022. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) – Kegiatan pemeliharaan berkala Desa Palaspasemah-Mekarmulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, diprotes. Padahal pekerjaan tersebut belum dimulai. Kritikan itu akibat batu ukuran 3:5 untuk pengaspalan dinilai tidak layak.


Pengawas UPTD Penguji Kontruksi dan Bangunan (PKB) Kecamatan Palas-Way Panji, Dedi, mengatakan material batu tidak masuk spesifikasi. Sebab, material batu yang dikirim penuh campuran tanah.

"Material batunya bagus, tetapi dipenuhi tanah. Sehingga, kalau untuk pengaspalan tidak akan menyatu dengan aspal. Mumpung belum mulai saya protes untuk diganti," kata Dedi, saat ditemui di lokasi, Kamis 9 Juni 2022.

Dia melanjutkan, batu yang bercampur tanah tersebut diturunkan dua mobil. Untuk itu, ia meminta kepada rekanan agar tidak menggunakan material tersebut. "Apalagi rencananya ruas jalan ini akan ditingkatkan menjadi hotmix," kata dia.

Perwakilan rekanan, Dakim, mengaku tidak mengetahui batu yang bercampur tanah. Namun, dia memastikan akan bertanggung jawab atas kondisi tersebut.

"Rencananya batu itu akan kami gunakan buat timbunan sebagai dasar tumpukan batu. Bisa juga buat beremnya, yang jelas tidak kami gunakan untuk pengaspalan," kata dia.

Berdasarkan informasi dari https://spse.lkpp.go.id, pemeliharaan berkala Palaspasemah-Mekarmulya akan dikerjakan CV. Jaya Kesuma dengan pagu anggaran Rp520,5 juta.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar