#rsudam#ambulance#bandarlampung#beritalampung

Pemecatan Perawat dan Sopir RSUDAM Dinilai Pengamat Hanya Cari Kambing Hitam

( kata)
Pemecatan Perawat dan Sopir RSUDAM Dinilai Pengamat Hanya Cari Kambing Hitam
Kasus ibu yang membawa jenazah bayi dengan angkot berbubtut pada pemecatan perawat dan sopir, dinilai pengamat hanya mencari kambing hitam. (Ilustrasi)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-Pengamat Hukum Universitas Lampung Tisnanta menilai pemecatan perawat dan sopir Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) akibat kasus Delvasari bukan jamininan kasus serupa tidak terulang. Keputusan pemecetan kepada petugas di lapangan hanya sebagai upaya mengkambinghitamkan pelaku agar tidak ada tekanan publik kepada rumah sakit.

Menurut dia, kasus orang tua yang membawa jenazah bayi mengggunakan angkota karena tidak mendapatkan fasilitas ambulans ini adalah potret ketidakbecusan dalam pengelolaan rumah sakit. Pihak yang harus disalahkan adalah level manajemen RSUDAM.

"Selama pengeloaan rumah sakit tidak becus, maka kasus serupa bisa terulang. Beda kalau yang diberi sanksi adalah top manajemen rumah sakit, sehingga bisa mengubah standar palayanan," kata Tisnanta saat diskusi di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung.

Ketua Ombudsman Lampung, Nur Rakhman Yusuf, sudah memerintahkan timnya untuk turun ke RSUDAM untuk mendalami kasus Delvasari. Tim akan mendalami keteledoran yang dilakukan pihak rumah sakit.

"Akan kita cari apa yang salah dalam pelayanan rumah sakit. Apakah adalah prosedur yang dilanggar atau memang keselahan murni dari sopir ambulans atau perawat," kata dia.

Nur Rakhman menilai pemecatan sopir dan perawat tidak akan menyelesaikan masalah. Pihaknya pun menyayangkan keputusan RSUDAM yang terlalu cepat memberikan sanksi tanpa melakukan penelusuran secara komprehensif terkait pelayanan rumah sakit.

Menurut dia, harus ada perubahan menyeluruh dari sisi prosedur pelayanan dan pengelolaan rumah sakit sehingga kasus serupa tidak berulang. Pihak yang bertanggung jawab bukan hanya pelaksana teknis di lapangan, tapi pengelola rumah sakit. 

Padli Ramdan

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar