#kalapasKalianda#inkrah#pecat#beritalampung

Pemecatan Muchlis Adjie Tunggu Sampai Inkrah

( kata)
Pemecatan Muchlis Adjie Tunggu Sampai Inkrah
Muchlis Adjie Mantan Kepala Lembaga Permasyarakatan Kelas 1B, Kalianda. (Foto:Dok.Lampost.co)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Hakim Tinggi Pada Pengadilan Tinggi Lampung Tanjungkarang menjatuhkan vonis yang sama terhadap Muchlis Adjie Mantan Kepala Lembaga Permasyarakatan Kelas 1B, Kalianda, Lampung Selatan dengan pidana penjara selama 15 tahun kurungan. Muchlis pun sudah diambang pintu pemecatan statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara.

Menangapi itu, Kepala Sub Bidang Pelaporan Humas, Teknologi Informasi Kanwil Kemenkumham Lampung Erwin Setiawan Yunian mengatakan,  pemecatan tersebut bisa diproses apabila ada putusan inkrah ditingkatkan paling akhir.
"Kita nunggu inkrah, liat apakah pak Adjie mengajukan kasasi," ujarnya, Rabu (20/3/2019).
Erwin menambahkan, proses pemecatan ASN sepenuhnya kewenangan Inspektorat Jenderal Kemenkumham Republik Indonesia.

"Kanwil hanya merekomendasikan ke pusat sesuai sanski yang dilanggar," katanya.
Menurutnya, pemecatan ASN bisa diproses asal sudah menerimanya vonis di atas 2 tahun. Hal tersebut tertuang dalam pasal 250 peraturan pemerintah RI nomor 11 tahun 2017, tentang manajemen pegawai negeri sipil.

Dalam pasal tersebut PNS diberhentikan tidak dengan hormat apabila, melakukan penyelewengan terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Sementara Humas Pengadilan Tinggi Lampung Jessayas Tarigan mengatkan, pihaknya belum mengetahui, apakah Muchlis Adjie menerima vonis di tingkat banding atau mengajukan kasasi.

"Jadi kita belum bisa tahu, karena setelah vonis di tingkat banding dia (red Muchlis), diberikan waktu 14 hari. Perhitungannya, sejak salinan putusan itu diterima dia dari pihak Jaksa, kita juga belum tahu apa sudah diterima atau belum," katanya.
Namun, Jessayas memberikan pendapat bahwa Muchlis sulit menerima pengurangan vonis, pada proses kasasi nanti.

Asrul Septian Malik

Berita Terkait

Komentar