#tubaba#banjir

Pemda Tubaba Imbau Warga Waspada Banjir

( kata)
Pemda Tubaba Imbau Warga Waspada Banjir
Aktifitas normal warga yang tinggal di bibir sungai Way Kiri menghadapi ancaman banjir.

Panaragan (Lampost.co) -- Hujan lebat yang mengguyur wilayah kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) beberapa pekan ini mengakibatkan naiknya permukaan air sungai Way Kiri di kecamatan Tulangbawang Tengah dan Pagar Dewa.

Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kabupaten setempat memasang papan peringatan berupa banner waspada banjir.

"Pagi ini kami turun pantau kondisi air di Panaragan dan di Pagar Dewa, kalau di Pagar Dewa, air sudah naik ke badan jalan 70 cm, itu sudah kami pasang banner kami, takutnya kalau hujan lagi nanti malam, kemungkinan akan banjir," kata Akhmadi IBR, Sekertaris BPBD setempat, Rabu, 19 Februari 2020.

Menurut, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan BPBD Tubaba Evi Gusanti, setempat, dari pantauan langsung disejumlah titik rawan banjir, hingga saat ini kondisinya air masih dalam kondisi normal.

"Dari kemarin kami turun dari sungai Gunung katun, Gedung Ratu, Panaragan, Penumangan dan Pagar Dewa, belum ada laporan ada rumah yang kebanjiran, pemasangan banner itupun kita lihat lihat jika seperti di Pagar Dewa tadi takut makan korban makanya kami pasang disitu," kata Evi.

Selain upaya pencegahan dengan pemasangan banner, BPBD setempat juga menyiapkan Tim reaksi cepat (TRC) sebanyak 10 orang yang bersiaga saat terjadi bencana.

"Pengalaman dari tahun lalu kita terkendala dengan perahu, saat ini dari tiga perahu yang kita miliki hanya satu yang dapat difungsikan," kata Gusanti.

Sementara itu, dari pantauan Lampost.co, banjir yang hampir tiap tahun terjadi di sungai Way Kiri justru menjadi berkah bagi sebagian warga. Mereka berharap berkah dengan meningkatnya jumlah ikan air tawar yang mereka tangkap untuk dijual.

"Ya Alhamdulillah, setiap banjir ikannya banyak meksipun kecil kecil yang dapat kami tangkap," kata Romzi, nelayan warga Panaragan.

Hal senada diungkapkan Mufidah, warga Panaragan yang tinggal tepat di atas bibir sungai Way Kiri, yang nampak masih biasa melakukan aktivitas dirumahnya bersama keluarga.

"Kalau air naik mungkin cuma sebatas itu, kami sudah biasa setiap tahunnya begini, jadi ya tidak ada persiapan jika ada banjir," kata Mufidah.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar