petanimesuji

Pemda Tampung Hasil Panen Petani Mesuji

( kata)
Pemda Tampung Hasil Panen Petani Mesuji
Masyarakat Mesuji tengah mengeluarkan hasil panen padi.


MESUJI (Lampost.co) -- Pemkab Mesuji melalui Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) berupaya menampung hasil panen petani di kabupaten setempat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mesuji, Huminsa Lubis menjelaskan LUPM bertugas membeli dan menampung gabah hasil panen petani dengan harga di atas harga pembelian pemerintah (HPP). Kemudian, gabah tersebut diolah menjadi beras, dikemas dan dipasarkan ke konsumen melalui Toko Tani Indonesia (TTI) dengan harga jual di bawah harga pasaran. 

“Jadi LUPM ini fungsinya menjaga ketersediaan pangan, menjaga kestabilan harga yang menguntungkan bagi petani dan memberikan konsumen pilihan harga beras di bawah harga pasaran, petani untung, konsumen juga untung”, jelas Lubis dikantornya, Kamis, 1 Oktober 2020. 

Masih kata dia, tahun 2019, Mesuji telah menumbuhkan 2 LUPM melalui dana APBN di Desa Wonosari Kecamatan Mesuji Timur dan Desa Panggung Rejo Kecamatan Rawa Jitu Utara. 

"Tahun  Anggaran 2020 ini Mesuji kembali  menumbuhkan  2 LUPM baru, rencananya di Desa Sungai Buaya yang memiliki luas sawah terbesar di Kecamatan Rawa Jitu Utara  dan Desa Sumber Makmur di kawasan Mesuji atas Kecamatan Mesuji melalui alokasi Dana Insentif Daerah (DID)," papar Lubis. 

 Saat ini,  luas sawah di Kabupaten Mesuji 32.564 hektar dengan total produksi rata-rata per tahun sebesar 543.213 ton.

"Mayoritas petani Mesuji menjual hasil panen nya dalam bentuk gabah kering panen (GKP). Pada saat panen, gabah hasil pertanian Mesuji banyak di jual keluar daerah, seperti Metro, Pringsewu, Bandar Lampung dan daerah lainnya. Ironisnya, gabah petani Mesuji tersebut kemudian diolah menjadi beras, dikemas, diberi merek dan kemudian di jual kembali ke Mesuji dengan harga yang jauh lebih tinggi, beras hasil pengolahan di luar Mesuji inilah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Mesuji," terangnya. 

Dari sisi ekonomis, jika menjual dalam bentuk Gabah, petani Mesuji kurang memperoleh nilai tambah dari hasil panennya, harga GKP selama ini hanya berkisar antara Rp. 4.000,- sampai dengan Rp. 4.500,-  per kg, tergantung kualitas gabahnya, bahkan saat panen raya bisa di bawah Rp. 4.000,-.  Sebagian besar petani  tidak banyak memiliki pilihan, mereka di desak untuk segera melepas atau menjual hasil panennya untuk mengembalikan modal menanam dan modal untuk musim tanam selanjutnya. 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar