pemkabseketa

Pemda Mesuji Batal Bangun Masjid di Tanah Sengketa

( kata)
Pemda Mesuji Batal Bangun Masjid di Tanah Sengketa
Masjid yang direncanakan akan dibangun Pemkab Mesuji. dok

Mesuji (Lampost.co) -- Pemerintah Daerah Kabupaten Mesuji akhirnya membatalkan rencana pembangunan Masjid di kompleks perkantoran pemda dengan nilai Rp3 Miliar di tahap pertama. 

"Untuk masjid, lelang dibatalkan karena tanah masih bersengketa," kata Kepala Unit kerja pengadaan barang dan jasa (UKPBJ) Mesuji, Iwan Julisman, di kantornya,  Rabu 8 Juli 2020. 

Di sisi lain, Kepala Tata Pemerintahan (Tapem) Mesuji, Ahmad Mahmudi, menerangkan jika proses penyelesaian sengketa lahan masih berlangsung di tingkat pemberi hibah dengan pemilik lahan. 

"Pemda tidak boleh melakukan ganti rugi sebagai solusi. Matena itu awalnya hibah murni. Tidak ada ketentuannya untuk ganti rugi hibah," jelasnya. 

Saat ini, si pemberi hibah, yakni mantan Kepala Desa Sidomulyo, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesujj, sedang menginventarisasi tanah untuk dijadikan kompensasi. 

"Ternyata bukan hanya Kapten CPM Suryono saja yang memiliki lahan disitu, namun ada beberapa orang lagi yang mengklaim. Satu satunya solusi adalah dikembalikan kepada kesepakatan awal," imbuhnya. 

Sementara, Pemda Mesuji  juga akan berupaya memberikan program-program kepada pemberi hibah.  "Seperti Baperlahu, juga program lainnya. Namun itu masih dalam konsep, belum final," terang Ahmad. 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar