#bencana#tanggapbencana

Pemda Boleh Gunakan BTT dan SILPA untuk Tangani Banjir

( kata)
Pemda Boleh Gunakan BTT dan SILPA untuk Tangani Banjir
Mendagri Tito Karnavian. Antara/Dhemas Reviyanto


Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah daerah (pemda) diperbolehkan menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) dan sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan (SILPA) dalam kondisi darurat bencana. Dana tersebut dapat disalurkan ke korban banjir di masing-masing wilayah.
 
"Pemerintah daerah dapat menggunakan anggaran BTT yang memang sudah dianggarkan di pemda masing-masing dan bisa mengeluarkan dari dana sisa lebih pembiayaan anggaran atau SILPA," kata Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat, 3 Januari 2020.
 
Tito menjelaskan beberapa daerah memiliki SILPA cukup tinggi, seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta. Sedangkan BTT di Jawa Barat dan Banten relatif kecil sehingga Pemerintah Pusat memberikan tambahan anggaran.

DKI Jakarta memiliki BTT Rp233 miliar, Jawa Barat Rp25 miliar, dan Banten Rp45 miliar. "Ya menurut saya, relatif masih kecil tapi bisa menggunakan SILPA," ujarnya.
 
Tito meminta DPRD mempercepat proses persetujuan penggunaan SILPA bagi wilayah dengan anggaran BTT kecil. Ia berharap pengesahan oleh anggota Dewan dapat berlangsung dalam satu hari.
 
"Makanya saya minta teman-teman di DPRD prosesnya harus cepat, jangan sampai lama administrasi. Masyarakat menunggu kita, menunggu uluran tangan pemerintah," ujarnya.
 
Tito juga menyarankan Pemprov DKI menggunakan dana BTT karena dapat digunakan tanpa persetujuan legislatif.
"Kalau Rp233 miliar itu harus darurat dulu baru bisa dicairkan atau digunakan," kata dia.
 
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal akibat banjir di Jabodetabek dan Lebak, Banten, mencapai 43 orang. Jumlah warga yang terdampak banjir dan longsor di Jabodetabek dan sekitarnya mencapai 409 ribu jiwa dengan Kota Bekasi menjadi yang terbanyak 366.274 jiwa.
 
Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta M Ridwan mengatakan 10 kecamatan terdampak banjir di Jakarta Timur. Banjir menggenangi 65 kelurahan. Ridwan mengatakan 13.516 pengungsi bertahan di 99 lokasi pengungsian di Jakarta Timur.
 
Di Jakarta Selatan, 10 kecamatan terdampak banjir yang 28 kelurahan. Banjir menyebabkan 5.305 orang mengungsi ke 48 lokasi pengungsian.
 
Enam kecamatan juga terdampak banjir di Jakarta Barat. Banjir menggenangi 30 kelurahan dan membuat 10.586 warga mengungsi di 97 lokasi pengungsian.
 
Sedangkan wilayah Jakarta Utara, empat kecamatan dengan 13 kelurahan terdampak banjir. Banjir menyebabkan 1.515 orang mengungsi di 23 lokasi pengungsian.
 
Sementara itu, delapan kecamatan terdampak banjir di Jakarta Pusat. Banjir melanda 22 kelurahan yang membuat 310 warga mengungsi di dua lokasi pengungsian.

Medcom







Berita Terkait



Komentar