#Kejahatan#Begal

Pemburuan Begal Kolonel Marinir Terkendala CCTV

( kata)
Pemburuan Begal Kolonel Marinir Terkendala CCTV
Ilustrasi: Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Polisi terkendala dalam memburu begal yang menjambret personel TNI Angkatan Laut (AL) Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko. Hal ini lantaran minimnya kamera pemantau atau CCTV.

"Ada beberapa (kamera CCTV) akibat demo yang rusak dan kita sudah koordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) soal ini," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisari Besar (Kombes) Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2020.

Meski begitu, Yusri memastikan pelaku tak akan lama menghirup udara bebas. Polisi menemukan CCTV lain dan mendapati terduga pelaku berjumlah empat orang.

Hanya saja, pelaku belum teridentifikasi karena mengenakan helm dan masker. Pelat nomor kendaraan juga tidak terlihat jelas.

"CCTV ini masih kita cek di Laboratorium Forensik," tutur mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.

Polda Metro Jaya telah mengerahkan polisi berpakaian preman berjaga di lokasi-lokai rawan begal terhadap pesepeda. Selain itu, tiga saksi di lokasi kejadian sudah diperiksa.

Kolonel Pangestu menjadi korban begal saat bersepeda di kawasan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 26 Oktober 2020 sekitar pukul 06.45 WIB. Kala itu, dia tengah menuju Markas Marinir di Kwitang, Jakarta Pusat.

Pelaku menyasar ponsel Pangestu yang ditempelkan di setang sepeda. Pelaku mencoba menarik gawai tersebut. Akibat insiden itu, Pangestu terjatuh dan mengalami luka robek di bagian pelipis serta memar di bagian kepala belakang. Dia dirawat di Rumah Sakit TNI AL Mintohardjo, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

 

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar