kasuspembunuhantulangbawang

Pembunuhan Petani di Rawajitu Selatan Berlatar Perang Kata

( kata)
Pembunuhan Petani di Rawajitu Selatan Berlatar Perang Kata
Pelaku pembunuhan di Kampung Karyajitu Mukti saat diamankan di kantor polisi. Foto: Dok

Menggala (Lampost.co): Kapolsek Rawajitu Selatan Iptu Wagimin mengatakan kasus pembuhunan yang menewaskan Aan Dwi Darmadi (34) petani warga SK 8, Kampung Karyajitu Mukti, Kecamatan Rawajitu Selatan, Tulangbawang bermula saat korban meminta uang terhadap tersangka. 

Lantaran enggan memenuhi permintaan korban, kata Iptu Wagimin, terjadilah cekcok mulut antara pelaku Yunus (25) petani asal Kampung Teladasbaru, Kecamatan Denteteladas, Tulangbawang dengan korban Aan Dwi Darmadi yang berakhir dengan tewasnya korban akibat senjata tajam.

"Pelaku ini kan pergi sama bapaknya untuk menagih uang hasil penjualan gabah di kampung itu. Terus anaknya disuruh nunggu. Sementara bapaknya ini kan sopir spedboat, terus dia nganter kan orang (penumpang). Enggak lama datanglah korban hendak meminta fee kepada Suwoyo, tapi tuan rumah enggak ada di rumah. Terus korban minta duit sama si pelaku tapi enggak dikasih. Dia bilang minta duit gitu aja (sama pelaku)," kata Iptu Wagimin, Senin, 20 Juli 2020.

Dia menjelaskan korban yang merupakan makelar penjualan gabah itu tewas setelah mengalami sejumlah luka tusukan ditubuhnya pada Jumat, 17 Juli 2020 sekitar pukul 22.30 WIB di Kampung Karyajitu Mukti, Kecamatan Rawajitu Selatan.

Dari hasil pemeriksaan medis, lanjut dia, terdapat enam luka tusukan senjata tajam jenis badik di tubuh korban, diantaranya di perut sebelah kanan sekitar 2 cm, perut sebelah kiri sekira 0,5 cm, dada sebelah kiri sekitar 2 cm, dada sebelah kanan sekitar 2 cm, siku kanan sekitar 3 cm, dan punggung sebelah kanan sekitar 5 cm.

"Korban meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas karena kehabisan darah akibat luka tusukan," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar