#pembunuhan

Pembunuhan di Bekri Lamteng karena Selingkuhan Korban Tak Dibelikan Mobil dan Rumah

( kata)
Pembunuhan di Bekri Lamteng karena Selingkuhan Korban Tak Dibelikan Mobil dan Rumah
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung bersama Polres Lampung Tengah meringkus empat pelaku pembunuhan terhadap Tarmizi Maherat (57). Lampost.co/Raeza


Gunungsugih (Lampost.co) -- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung bersama Polres Lampung Tengah meringkus empat pelaku pembunuhan terhadap Tarmizi Maherat (57). Dia ditemukan tewas di Danau Bekri, Kecamatan Bekri, Lamteng.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pembunuhan terhadap warga Rajabasa Nunyai, Bandar Lampung itu dilandasi asmara. Dengan kekasih gelap korban, yakni Febi Kusuma Atika alias Caca alias Chelsea (22), warga Kemiling, Bandar Lampung, menjadi otak kejahatan tersebut.

Selain itu tersangka lainnya, yaitu BG sebagai pacar Caca yang merupakan mahasiswa di Bandar Lampung. Kemudian AT (17) adik kandung BG  dan rekan AT yakni, AD (18), warga Desa Tanjungrejo Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

Tersangka AT dan AD, masing-masing ditangkap sedang tidur di rumahnya. Sementara, pasangan Caca dan BG ditangkap di hotel sekitar Ogan Komring Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Seluruh tersangka terancam Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, mengatakan pembunuhan itu berawal dari Caca yang mengajak kekasihnya BG, warga Bekri, untuk menghabisi nyawa korban. Caca membuat rencana pembunuhan lantaran sakit hati karena selama delapan bulan menjalin cinta terlarang.

"Korban tidak kunjung membelikan mobil dan rumah yang dijanjikan. Sebab, korban menjanjikan kehidupan mewah sejak menjalin asmara," kata Doffie, Rabu, 29 Juni 2022.

Baca juga: Otak Pembunuhan di Lamteng Selingkuhan Korban

Untuk itu, Caca mengajak kekasihnya BG untuk membunuh korban. Kemudian BG mengajak AT dan AD. Kemudian, Caca menghubungi korban untuk bertemu di sebuah penginapan sekitar Rajabasa, pada 21 Juni 2022. Korban pergi menggunakan mobil.

Setelah bertemu, Caca mengajak korban ke arah Panjang menemui AG, AD dan AT. Korban dan empat pelaku menuju ke Pantai Sebalang. Saat di perjalanan, seorang pelaku mencekik korban. Namun, pengusaha tersebut hanya pingsan dan belum meninggal dunia.

Untuk itu, komplotan itu menuju Bekri untuk menganiaya. Korban dihantam menggunakan batu di kepalanya hingga tewas. Kemudian pelaku menggali tanah dan mengubur korban.

Berdasarkan hasil visum, korban mengalami luka robek di bagian pipi kanan akibat hantaman benda tumpul dan luka kecil di telapak tangan kanan. Selain itu buah zakar pecah dan lebam di sekujur tubuh hingga pendarahan di selaput otak atas.

"Selanjutnya, pelaku berkumpul di rumah Caca merencanakan pergi ke Jakarta. Pelaku juga menjual mobil korban Rp165 juta. Setelah itu pasangan kekasih Caca dan AG kabur ke OKI," kata dia.

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar