#Kriminal#KasusPembunuhan#Lampung

Pembunuh Kakak Ipar Menangis di Persidangan

( kata)
Pembunuh Kakak Ipar Menangis di Persidangan
Kasus pembunuhan. antaranews.com


BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Sidang kasus pembunuhan yang dilakukan Joko Suwarno (37) terhadap kakak iparnya sendiri bernama Bejo kembali bergulir di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Selasa (14/11/2017).
Di hadapan Hakim Ketua Jonny Butar-Butar, Joko mengaku tega menghabisi nyawa Bejo karena kesal. Joko membunuh dengan cara memukul leher Bejo dengan kayu saat tertidur pulas di ruang tamu. Puas menghabisi nyawa kakak iparnya, ia kemudian mengambil uang Rp700 ribu di dalam kamar dan melarikan diri ke Tanjungbintang, Lampung Selatan.
Namun, dalam persidangan, Joko membantah bahwa dirinya merencanakan pembunuhan tersebut. "Waktu itu spontan saja, ketika masuk rumah saya lihat ada kayu saya ambil. Ya saya pukul dia. Saya nekat membunuh karena kalut ditutup rasa emosi. Saya khilaf, saya menyesal," kata Joko kepada hakim sambil menangis.
Usai sidang, Tarmizi, kuasa hukum Joko, mengaku sebelumnya sudah ada upaya perdamaian, tetapi perdamaian tidak tercapai. Tidak hanya itu, Joko juga sudah berupaya meminta maaf kepada keluarga Bejo di persidangan, tetapi keluarga tidak memaafkan.
Jaksa Erfan menuturkan perbuatan yang dilakukan terdakwa atas dasar rencana. Terdakwa dikenakan Pasal 340 KUHP. "Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun," ujar Jaksa. 

Febi Herumanika









Komentar