#KEDELAI#LAMPUNG

Pembuat Tahu dan Tempe Lebih Memilih Menggunakan Kedelai Impor

( kata)
Pembuat Tahu dan Tempe Lebih Memilih Menggunakan Kedelai Impor
Salah satu pembuat tahu yang ada di Way Halim, Bandar Lampung. Lampost.co/Yudi Wijaya


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Para pembuat tahu dan tempe di Gunungsulah, Way Halim, Bandar Lampung masih menggunakan kedelai impor.

Salah satu pembuat tahu, Darsono, mengatakan ia menggunakan kedelai impor dari Amerika. Harga kedelai impor tersebut sekarang dikisaran Rp12.500 per kilogram. "Kedelai lokal kurang peminatnya karena ukurannya lebih kecil dari yang impor. Perbandingannya itu 1 banding 2, jadi satu kedelai luar sama dengan dua kedelai lokal," kata dia, Kamis, 22 September 2022

Menurutnya, ukuran mempengaruhi kandungan yang ada pada kedelai tersebut. “Ukurannya beda jadi sarinya itu juga kurang kalau memakai kedelai lokal. Jadi kebanyakan memakai kedelai impor untuk pembuatan tahu dan tempe,” kata dia.

Hal senada dikatakan oleh Sukemi pengrajin tempe. Dia mengaku lebih memilih memakai kedelai impor untuk pembuatan tempe. “Saya membuat tempe memakai kedelai dari impor. Sudah lama tidak memakai kedelai lokal dalam pembuatan tempe,” kata dia.

Dia mengatakan, kedelai lokal terkadang tidak ada barangnya, sementara kedelai impor selalu tersedia. "Kedelai lokal jarang ada yang makai karena bahannya juga kadang tidak ada. Kalau yang kedelai impor ini selalu ada namun sekarang harganya mahal," kata dia.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar