#huniantetap#korbantsunami#tsunamilamsel

Pembersihan Lahan Huntap Masih Menunggu Pelepasan Aset

( kata)
Pembersihan Lahan Huntap Masih Menunggu Pelepasan Aset
Foto: Dok


Kalianda (Lampost.co): Persiapan pelaksanaan land clearing atau pembersihan lahan bakal hunian tetap (huntap) untuk masyarakat korban terdampak tsunami di Kabupaten Lampung Selatan masih menunggu proses pelepasan aset.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan Afendi mengatakan untuk pelaksanaan land clearing aset-aset/huntara tersebut harus terlebih dahulu dilepaskan atau hibahkan kepada pemerintah desa.

Setelah itu dilakukan, kata dia, baru pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) akan melakukan proses land clearing terhadap lahan yang bakal dijadikan lokasi huntap.

"Asetnya harus dihibahkan dulu, karena kebetulan lokasi huntap untuk yang di Desa Kunjir dan Waymuli Timur berada di atas lahan huntara sekarang. Jadi, huntaranya harus dibongkar lebih dahulu. Nah, sementara itu informasi dari Dinas PU-PR Lamsel," katanya, Senin, 8 Juni 2020.

Mantan Camat Sidomulyo itu menyebutkan sejauh ini telah ada 5 unit huntara di Desa Kunjir yang telah dilakukan pembongkaran oleh pihak desa. Lahan tersebut nantinya akan digunakan sebagai akses jalan untuk alat berat dan rumah contoh huntap.

"Karena huntara itu huntara kosong, makanya bongkar lebih dulu sebagai akses alat berat masuk untuk mengerjakan land clearing dan tempat rumah contoh," ujarnya. 

Dia pun menambahkan, sedikitnya akan dibangun 4 unit rumah contoh huntap dibeberapa titik desa oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman. "Untuk rumah contoh ada 4 unit meliputi  1 unit di Desa Kunjir, 1 unit di Desa Waymuli. Dua titik lagi, saya lupa, karena data lengkapnya ada di pegawai Disperkim Lamsel,"tambahnya. 

Afendi mengungkapkan dalam waktu dekat aset huntara yang akan dihibahkan ke pemerintah desa yakni aset di Desa Kunjir, Waymuli Timur, dan Waymuli Induk. Dimana total aset yang akan dihibahkan sebanyak 285 unit.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar