#banjir#bencanaalam#longsor

Pembersihan Akses Jalinpanbar Terus Dilakukan

( kata)
Pembersihan Akses Jalinpanbar Terus Dilakukan
Warga membersihkan rumahnya dari lumpur akibat banjir yang melanda wilayah Kecamatan Semaka, Tanggamus.

Kotaagung (Lampost.co) -- Akses Jalan Lintas Pantai Barat (Jalinpanbar) Tanggamus sudah terbuka dan sudah dapat dilalui kendaraan berukuran kecil. Sedangkan kendaraan bermuatan berat disarankan memutar melalui jalan lintas tengah (jalinteng) karena masih tebalnya lumpur yang melapisi badan jalan sehingga licin saat dilewati.

Sekretaris BPBD Tanggamus Maryani Syamsu mengatakan sejauh ini pemerintah daerah sudah menurunkan lima unit alat berat guna melakukan pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan. Namun, proses pembersihan masih belum rampung sepenuhnya karena masih tebalnya lumpur di atas badan jalan.

"Lumpur yang masih terlalu tebal akan didorong ke sisi jalan, sementara yang sudah tipis akan semprot air menggunakan kendaraan water canon," katanya, Kamis, 1 Oktober 2020.

Tidak hanya pembersihan material longsoran di atas badan jalan, tim juga bergerak membantu warga yang rumahnya dimasuki lumpur. Pembersihan lumpur ini dilakukan dengan menggunakan alkon dan alat seadanya. 

Di samping itu telah didirikan posko tanggap darurat di kantor Kecamatan Semaka. Posko ini difungsikan tim gabungan yang terdiri dari BNPB, BPBD, Dinas Sosial, Tagana, PMI, Pramuka, dan unsur TNI/Polri. Pos darurat juga sudah berdiri sejak pagi hari di Pekon Sedayu.

Berita terkait: Banjir di Semaka Surut, Warga Yang Mengungsi Kembali ke Rumah

Pos-pos ini ditambah dengan adanya pos pelayanan kesehatan yang berada di setiap pekon. Warga mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dari tenaga medis yang berada di dalam pos. "Kalau pos pelayanan kesehatan beserta unit reaksi cepat sudah bergerak ketika terjadi bencana," ujarnya.
 
Pemkab Tanggamus juga sudah mendirikan dapur umum yang bertugas memasak bagi para korban yang terdampak banjir. Pada hari pertama ini dapur umum tersebut sudah membuat 3.000 bungkus nasi. Hal ini sesuai dengan situasi Tanggamus yang sudah dalam kondisi tanggap darurat.

"Kondisi tanggap darurat ini diperkirakan akan berlangsung selama 14 hari. Tetapi hal ini melihat situasi di lapangan jika tim sukarelawan semakin banyak, akan cepat rampung," katanya.

Untuk kerugiannya masih dalam proses pendataan. Hal ini harus dilakukan perlahan dan membutuhkan keahlian guna memperkirakan jumlah kerugian yang disebabkan bencana tersebut. 

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar